Jamaah haji asal Jepara Ramelan (70), melapor kasus penipuan.
MEKKAH - Aksi penipuan dan pencopetan dengan modus berpura-pura menjadi petugas berseragam lengkap masih mengintai jamaah haji Indonesia di Mekkah. Karena itu, jamaah haji Indonesia diimbau tidak membawa uang yang banyak saat keluar dari pemondokan atas saat melakukan ibadah.
Ironisnya, para pelaku yang memanfaatkan momentum pelaksanaan ibadah haji ini justru diduga warga negara Indonesia yang ada di Arab Saudi.
Sasaran mereka adalah jamaah haji lanjut usia dan jamaah yang tersesat di jalan atau tidak tahu pulang menuju pemondokan saat keluar dari Masjidil Haram.
Sejumlah jamaah langsung melaporkan kasus penipuan yang dialaminya ke petugas Pelayanan Keamanan (PAM) di Wisma Haji Indonesia. Dilihat dari usianya, rata-rata korban berusia di atas 60 tahun ke atas.
Dari laporan yang masuk ke petugas PAM, para pelaku berpura-pura menjadi petugas untuk menolong sang korban saat mulai kebingungan atau terpisah dari rombongan di tengah keramaian jamaah haji dari seluruh penjuru dunia.
Contoh kasus yang paling baru dialami jamaah haji kelompok terbang (kloter) 37 Embarkasi SOC (Solo), Ramelan. Sekitar pukul 22.00 WAS, dia mendatangi Kantor Daerah Kerja Mekkah untuk melaporkan kasus penipuan yang menimpa dirinya.
"Setelah salat Isya, saya terpisah dari rombongan. Saya dimintai tas dengan alasan untuk pemeriksaan. Setelah saya beberapa saat, saya baru sadar kalau ditipu dan tas saya dibawa kabur," katanya di hadapan petugas PAM yang bertugas malam itu, Kompol Muhammad Dwita.
Setelah dimintai keterangan, Dwita lalu mengantar korban pulang ke pemondokan di wilayah Syaukiah. Pada saat yang sama, Wakil Kepala Daker Mekkah Cepi Supriatna juga sempat meminta keterangan kepada Ramelan mengenai ciri-ciri pelaku dan modus operandinya.
Setelah mendapat keterangan panjang lebar, Cepi memberikan nasihat dan wejangan kepada Ramelan agar kejadian tersebut tak mengganggu proses ibadah yang tengah dilangsungkan saat ini. "Ini (korban) baru lagi. Tadi siang (kemarin) lain lagi," ungkap Cepi.
Karena itu, dia meminta semua jamaah agar berhati-hati kepada orang yang baru dikenal dan selalu waspada terutama saat berada di tempat-tempat keramaian. Selain itu, dia meminta jamaah membawa uang secukupnya dan memperhatikan kartu dan identitas setiap menemui orang yang mengaku sebagai petugas.
"Karena kasus seperti ini sifatnya di luar dugaan. Jadi, kita minta petugas PAM di setiap sektor ikut memantau jamaah selain kita mengeluarkan juga edaran di setiap pemondokan. Strategi-strategi untuk mengungkap kasus seperti ini sudah dilakukan petugas PAM tetapi memang karena kondisinya padat, tidak bisa terkaver secara menyeluruh," katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Nur Samad Kamba mengatakan, pihaknya mulai memperketat pengamanan bagi jamaah haji Indonesia terutama di sekitar Masjidil Haram di Mekkah. Untuk mengantisipasi korban penipuan di tempat keramaian dan pusat ibadah, petugas PAM Haji melakukan pengintaian dengan berpakaian preman. "PPIH sudah memperketat pengamanan dan itu efektif. Petugas menyamar dengan tidak berseragam tapi berkeliaran di tempat-tempat ramai di luar Masjidil Haram dan di jalur-jalur yang dilalui jamaah haji agar aksi penipuan dan pencopetan bisa dihindarkan," katanya.
Dari pantauan Sindo, sejak dua hari lalu, para petugas haji yang juga anggota polisi dan TNI langsung menyisir wilayah-wilayah yang rawan pencopetan dan penipuan bagi jamaah. Mereka menyamar dengan berpakaian preman dan menyebar ke beberapa titik di sekitar Masjidil Haram. (Azhar Azis/Sindo/fit)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad