PALEMBANG - Bahaya banjir di Palembang mengikuti pola kalender musim hujan dalam rentang bulan Oktober-April. Tidak kurang sepuluh titik dalam kawasan Kota Pempek dicatat Sub Dinas Pengelolaan Sumberdaya Air sebagai wilayah yang diperkirakan rentan dialiri air banjir dari anak-anak sungai Musi.
Titik banjir tersebut di antaranya Simpang Polda, Jalan R Soekamto di depan komplek Palembang Trade Center (PTC), dan Jalan Mayor Ruslan simpang Universitas IBA Palembang.
"Beberapa kawasan potensi banjir baru, juga muncul di Palembang. Seperti di radius jembatan layang Simpang Polda. Padahal proyek itu baru selesai beberapa bulan lalu dan tentu sekarang masih dalam tahap pemeliharaan," kata Sudarto, aktivis pecinta alam, kepada okezone di Palembang, Kamis (20/11/2008).
Darto menyayangkan pola penanganan rencana tata ruang Kota Pempek yang tetap saja terkesan acak-acakan dari menilai selesainya proyek tanpa wawasan analisis dampak lingkungan.
"Kawasan sentrum atau pusat kota sering dipandang hanya sebuah wilayah dengan nilai keekonomian yang potensial menarik pajak," ujar Darto.
Maka, imbuhnya, banyak ruang publik digusur dan diganti menjadi bagian infrastruktur mobilitas ekonomi demi memenuhi skala prioritas pemerintah kota.(hri)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad