Foto:ilst
DEPOK- Ratusan warga Perumahan Bukit Rivaria kembali menggelar unjuk rasa menolak pembangunan unit pengelolaan sampah (UPS) yang tengah dibangun di Kelurahan Bedahan, Sawangan, Depok, Jawa Barat.
Penolakan warga lantaran keberadaan UPS dinilai bisa mengganggu kesehatan akibat limbah sampah hasil pembakaran. "Hasil pembakaran sampah akan membuat lingkungan tidak sehat, lalu baunya juga akan menimbulkan penyakit," ucap Ketua RR 04 RW 13, Teguh Sucipto di Depok, Minggu (30/11/2008).
Karena itu, warga setempat menuntut Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup kota Depok dan Developer Bukit Rivaria yang bekerjasama untuk membangun UPS. Fasilitas ini harus segera direlokasi. "Ada 5 RW dengan sekira 200 warga meminta relokasi UPS di luar perumahan. Karena lokasi yang sekarang sangat dekat dengan pemukiman warga," jelasnya.
Menurut Teguh, developer dan Pemkot Kota depok melanggar UU Nomor 18/2008 tentang Sampah. "Kami tidak diajak berdiaolog sebelumnya," kata dia.
UPS tersebut sudah dibangun sejak seminggu lalu. Pantauan okezone, terlihat batu penyangga dan mesin inferator untuk mengelola sampah. Saat ini beberapa warga termasuk Teguh Sucipto tengah berunding dengan pihak developer.
Perlu diketahui, Pemkot Depok pada 2008 tengah membangun 20 titik UPS dengan total anggaran Rp11 miliar. Namun ada sekitar enam kelurahan yang menolak proyek tersebut. (fit)