KEDIRI- Kecelakaan maut akibat aksi ugal-ugalan sopir bus terjadi di Nganjuk, Jawa Timur sekira pukul 09.15 WIB. Dalam peristiwa ini sepasang pasutri tewas ditempat dan empat siswa dalam keadaan kritis.
Kronologis kejadian berawal ketika bus PO Kawan Kita yang dikendarai Junaidi melaju dari arah Kota Kediri menuju Nganjuk. Ketika melaju di Jalan Ahmad Yani di depan bus ada sepasang pasutri yang mengendarai motor bernomor polisi AG 2100 PO. Mereka adalah Suminto dan Latimi. Bus dan motor sama-sama melaju menuju Nganjuk.
"Ketika berada di depan Pasar Wage, tiba-tiba motor memotong jalan sehingga saya tidak bisa mengendalikan laju bus," ujar sopir bus, Junaidi di Mapolres Nganjuk, Senin (1/12/2008).
Usai menabrak dan melindas pasutri tersebut, kata Junaidi, dirinya langsung membanting stir ke kanan. Namun nahas di depannya ada sepasang pelajar yang mengendarai motor bernomor polisi AG 6176 WS.
Kedua siswa yang belakangan diketahui bernama Eko Purwo, siswa SMK Muhammadiyah 7 Nganjuk dan Dwi Rahayu, siswi SMK Pertanian Nganjuk, itu akhirnya juga tertabrak bus dan mengalami luka parah.
"Tapi laju bus belum berhenti dan akhirnya menabrak dua siswa yang sedang berjalan kaki di pinggir jalan. Bus sebenarnya berjalan pelan, tapi karena kaget saya tidak bisa mengendalikan," ujarnya.
Dua siswa nahas yang sedang berjalan kaki tersebut adalah Ahmad Muttaqin, siswa SMK Muhammadiyah 1 Nganjuk dan M Iqbal, siswa SMU Muhammadiyah Nganjuk.
Kini sopir bus beserta bus Kawan Kita telah diamankan di Mapolres Nganjuk. Adapaun p[ara korban telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Atas pengakuan sopir, polisi tidak percaya begitu saja. Jika benar laju bus pelan, maka tidak akan menyebabkan kecelakaan karambol.
(Hari Tri Wasono/Sindo/ful)