JAKARTA- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menginstruksikan jajaran intelijen, Polri, dan TNI untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul serangan teroris di India dan krisis politik di Thailand.
Musibah yang tengah dialami kedua negara di atas diharapkan tidak meluas dan melanda Indonesia. Sehingga stabilitas politik, keamanan, dan ekonomi Indonesia tetap terjaga.
"Saya sudah menginstruksikan kepada intelejen, Polri dan TNI untuk melakukan exercise atau gladi asah kesiagaan dan ketrampilan dalam langkah pencegahan aksi terorisme dan kerusuhan," ujar SBY dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (1/12/2008).
Instruksi ini diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan sehingga bisa segera mengambil langkah cepat jika terjadi gangguan keamanan. "Saya juga meminta kepada intelejen, polri, dan TNI untuk terus mampu menjaga situasi keamanan saat ini," ujarnya.
Perintah peningkatan kewaspadaan ini juga terkait dengan semakin dekatnya momentum Pemilu 2009. "Saya harap masyarakat bisa menahan diri untuk tidak melakukan aksi-aksi anarkistis dan kerusuhan. Bisa kita ambil contoh krisis di Thailand menimbulkan kerugian triliunan rupiah akibat ketidakpastian," terangnya.
Setiap upaya yang dapat menganggu menjelang Pemilu 2009, kata SBY, harus dicegah. "Saya mengajak kepada masyarakat mari pelihara situasi politik dan keamanan untuk tetap dalam keadaan stabil. Supaya tidak terjadi lagi sebagaimana yang terjadi pada krisis 1998 yang bisa merugikan sendi-sendi bangsa kita terutama perekonomian," harapnya.(ful)
(mbs)