News Ticker
  • Cuaca Buruk, Bandara Juanda Surabaya Sempat Ditutup 1 Jam
  • TNI AL Kirim Kapal Perang ke Lebanon
  • Kejagung Pekan Depan Gelar Perkara Indover
  • 146 Eks Karyawan Laporkan Pertamina ke Polisi
  • Golkar Bantah Desak Fadel Mundur dari Konvensi
  • Massa Gus Dur Demo Tuntut SK Cak Imin Dicabut
  • Tawuran 2 Desa di Cirebon, 5 Warga Kena Panah
  • Vila Mewah Penampungan TKI Ilegal di Bogor Digerebek
  • Manokwari Kembali Diguncang Gempa 5,9 SR, Kamis (8/1/2009)
  • Kosan di Jati Pulo Terbakar, 8 Orang Tewas
o1 o2

News


Penderita AIDS di Aceh Terus Bertambah

Selasa, 2 Desember 2008 - 04:11 wib
text TEXT SIZE :  
Share
Muhammad Riza - Okezone

BANDA ACEH - Sepanjang tahun 2006 hingga November 2008, jumlah penderita HIV/AIDS di Aceh terus bertamah dan berjumlah 25 orang. Komisi Penangulangan AIDS Provinsi (KPAP) Aceh memperkirakan, jumlah penderita AIDS di Aceh akan terus bertambah seiring berjalannya waktu. 

Seketaris Komisi Penangulangan AIDS Daerah (KPAP) Aceh, Omaina Nyak Oemar mengatakan,  umumnya warga Aceh yang tertular peyakit HIV/ AIDS melalui hubungan seksual dan sembilan diantaranya sudah meninggal dunia.

"Kami memperkirakan pada 2010 nanti angka penderita HIV/AIDS di Aceh akan mencapai 60 orang. Kami terus berupaya menyosialisasikan bahaya AIDS ini kepada masyarakat," kata Omaina di kantornya, Senin (1/12/2008).

Berdasarkan data yang dihimpun KPAP, dari 13 kabupaten/kota yang ditemukan kasus HIV dan AIDS, masing-masing ditemukan di Kota Banda Aceh, Kabupaten Pidie, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Aceh Barat, Aceh Tengah, dan Simeulue.

Sementara kasus tertinggi dari masing-masing kasus ditemukan di Kabupaten Aceh Besar dan Kota Langsa. Dari 25 kasus yang terdata, 21 orang positif AIDS, empat orang terinvenksi HIV dan sebanyak 68 persen penderita laki-laki sementara 32 persen perempuan dengan usia rata-rata 30 sampai 39 tahun.

Omaina Menambahkan, meski Aceh merupakan daerah yang menerapkan syariat Islam, tidak tertutup kemungkin adanya warga Aceh yang terjangkit virus mematikan itu. Karena itu pihaknya terus melakukan sosialisasi terhadap bahaya AIDS dan memberikan pemahaman bagi masyarakat untuk tidak mengucilkan para penderita penyakit mematikan ini.

"Kami terus melakukan bimbingan, konseling maupun kegiatan-kegiatan lain dalam memerangi HIV/AIDS di Aceh. Yang terpenting jangan sampai ada penderita AIDS yang dikucilkan di masyarakat," katanya.(ded)

Share
o1 o2
Advertisement
o1 o2

Berita Lainnya

  • Jum'at, 09 Januari 2009 01:45 wib

    Hari Ini Jakarta Hujan Sedang

  • Jum'at, 09 Januari 2009 00:56 wib

    Pelaporan Aktivis ICW oleh Kejagung Dipertanyakan

  • Jum'at, 09 Januari 2009 00:47 wib

    Gus Dur: Israel Palestina Bukan Perang Agama

  • Jum'at, 09 Januari 2009 00:37 wib

    Gempa 6 SR Guncang Manokwari

  • Kamis, 08 Januari 2009 23:44 wib

    Limbah RSUD Dr Koesma Ganggu Kesehatan Warga

  • o3 o4