News Ticker
  • Cuaca Buruk, Bandara Juanda Surabaya Sempat Ditutup 1 Jam
  • TNI AL Kirim Kapal Perang ke Lebanon
  • Kejagung Pekan Depan Gelar Perkara Indover
  • 146 Eks Karyawan Laporkan Pertamina ke Polisi
  • Golkar Bantah Desak Fadel Mundur dari Konvensi
  • Massa Gus Dur Demo Tuntut SK Cak Imin Dicabut
  • Tawuran 2 Desa di Cirebon, 5 Warga Kena Panah
  • Vila Mewah Penampungan TKI Ilegal di Bogor Digerebek
  • Manokwari Kembali Diguncang Gempa 5,9 SR, Kamis (8/1/2009)
  • Kosan di Jati Pulo Terbakar, 8 Orang Tewas
o1 o2

News


Hewan Kurban Sakit Dijual Bebas

Selasa, 2 Desember 2008 - 20:27 wib
text TEXT SIZE :  
Share

KEDIRI - Umat Muslim yang hendak menjalankan ibadah Kurban dimintai mewaspadai hewan Kurban yang kurang sehat. Pasalnya, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kota Kediri menemukan belasan hewan Kurban sakit diperjualbelikan secara bebas.

Dalam razia khusus yang dilakukan terhadap sejumlah pedagang hewan Kurban dadakan di pinggir jalan, petugas mendapati beberapa ekor kambing menderita diare dan sakit mata.

Selain mencret dan berair, warna kelopak mata hewan-hewan ini sangat merah. Karena itu petugas meminta kepada para penjual hewan untuk memperhatikan kondisi ternak dagangannya.

"Seperti musim Kurban tahun lalu, kami masih banyak mendapati kambing sakit yang tetap dijual. Meski kondisi ini tidak berbahaya untuk dikonsumsi, namun jika penanganannya keliru akan membuat orang yang memakannya kebal antibiotik," jelas Kasubid Peternakan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kota Kediri, Subekti, Selasa (2/12/2008).

Menurutnya penyakit ini biasa menyerang kambing yang menjalani perjalanan jauh. Sebab selama ini, para pedagang selalu mendatangkan kambing dari wilayah luar Kediri yang harganya lebih murah.

Untuk menghindari terjangkitnya penyakit berbahaya seperti Antrax, pihaknya terus melakukan pemeriksaan di semua pedagang hewan Kurban. Untuk memberi rasa aman kepada konsumen, Dinas Pertanian memasang tanda khusus yang menjelaskan jika hewan ternak di lokasi itu telah menjalani pemeriksaan kesehatan.

"Kami juga mengimbau kepada para pedagang, untuk tidak memberi antibiotik di bawah H-7 penyembelihan. Karena daging kurban akan sangat berbahaya," terangnya. (Hari Tri Wasono/Sindo/kem)

Share
o1 o2
Advertisement
o1 o2

Berita Lainnya

  • Jum'at, 09 Januari 2009 00:56 wib

    Pelaporan Aktivis ICW oleh Kejagung Dipertanyakan

  • Jum'at, 09 Januari 2009 00:47 wib

    Gus Dur: Israel Palestina Bukan Perang Agama

  • Jum'at, 09 Januari 2009 00:37 wib

    Gempa 6 SR Guncang Manokwari

  • Kamis, 08 Januari 2009 23:55 wib

    Gempa 6 SR Guncang Manokwari

  • Kamis, 08 Januari 2009 23:44 wib

    Limbah RSUD Dr Koesma Ganggu Kesehatan Warga

  • o3 o4