News Ticker
  • RI Keluar dari Daftar Penerbit Obligasi Berisiko
  • KPK Jadwalkan Periksa Bos Artha Graha Andy Kasih
  • 6 Siswa Tersesat di Gunung Gede Ditemukan Selamat
  • Sepak Bola : Hamburg Resmi Pinang Ze Roberto
  • Pemkab Bangkalan Larang Sekolah Pungut Uang Gedung
  • Juni, 473 Ribu Pekerja di Amerika Serikat Kena PHK
  • Pascalongsor, Jalur Riau-Sumbar Masih Dialihkan
  • Bulan Depan, Jamrud Luncurkan Album The Best
  • Pegadaian Catat Obligasi Rp1,5 T di BEI Hari Ini
  • Korban Tewas Flu Babi di Thailand Capai 5 Orang
o1 o2

News


Hewan Kurban Sakit Dijual Bebas

Selasa, 2 Desember 2008 - 20:27 wib
text TEXT SIZE :  
Share

KEDIRI - Umat Muslim yang hendak menjalankan ibadah Kurban dimintai mewaspadai hewan Kurban yang kurang sehat. Pasalnya, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kota Kediri menemukan belasan hewan Kurban sakit diperjualbelikan secara bebas.

Dalam razia khusus yang dilakukan terhadap sejumlah pedagang hewan Kurban dadakan di pinggir jalan, petugas mendapati beberapa ekor kambing menderita diare dan sakit mata.

Selain mencret dan berair, warna kelopak mata hewan-hewan ini sangat merah. Karena itu petugas meminta kepada para penjual hewan untuk memperhatikan kondisi ternak dagangannya.

"Seperti musim Kurban tahun lalu, kami masih banyak mendapati kambing sakit yang tetap dijual. Meski kondisi ini tidak berbahaya untuk dikonsumsi, namun jika penanganannya keliru akan membuat orang yang memakannya kebal antibiotik," jelas Kasubid Peternakan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kota Kediri, Subekti, Selasa (2/12/2008).

Menurutnya penyakit ini biasa menyerang kambing yang menjalani perjalanan jauh. Sebab selama ini, para pedagang selalu mendatangkan kambing dari wilayah luar Kediri yang harganya lebih murah.

Untuk menghindari terjangkitnya penyakit berbahaya seperti Antrax, pihaknya terus melakukan pemeriksaan di semua pedagang hewan Kurban. Untuk memberi rasa aman kepada konsumen, Dinas Pertanian memasang tanda khusus yang menjelaskan jika hewan ternak di lokasi itu telah menjalani pemeriksaan kesehatan.

"Kami juga mengimbau kepada para pedagang, untuk tidak memberi antibiotik di bawah H-7 penyembelihan. Karena daging kurban akan sangat berbahaya," terangnya. (Hari Tri Wasono/Sindo/kem)

Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat http://m.okezone.com
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad 
Share
o1 o2
o1 o2

0 komentar




o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

  • Minggu, 05 Juli 2009 09:43 wib

    Copilot Aviastar Dimakamkan Pukul 10.00 WIB

  • Minggu, 05 Juli 2009 08:05 wib

    Batu Angus, Lava Indah di Batas Kota Ternate

  • Minggu, 05 Juli 2009 07:33 wib

    Diduga Stres, Pria Tertabrak di Tol Cawang

  • Minggu, 05 Juli 2009 07:10 wib

    Pagi Cerah Sambut Warga Jakarta

  • Minggu, 05 Juli 2009 06:50 wib

    Lalin Menuju Kampus UI Macet 3 KM

  • o3 o4