News Ticker
  • Cuaca Buruk, Bandara Juanda Surabaya Sempat Ditutup 1 Jam
  • TNI AL Kirim Kapal Perang ke Lebanon
  • Kejagung Pekan Depan Gelar Perkara Indover
  • 146 Eks Karyawan Laporkan Pertamina ke Polisi
  • Golkar Bantah Desak Fadel Mundur dari Konvensi
  • Massa Gus Dur Demo Tuntut SK Cak Imin Dicabut
  • Tawuran 2 Desa di Cirebon, 5 Warga Kena Panah
  • Vila Mewah Penampungan TKI Ilegal di Bogor Digerebek
  • Manokwari Kembali Diguncang Gempa 5,9 SR, Kamis (8/1/2009)
  • Kosan di Jati Pulo Terbakar, 8 Orang Tewas
o1 o2

News


Warga Ancam Lumpuhkan Sidoarjo Jika Lapindo Ingkar

Kamis, 4 Desember 2008 - 10:39 wib
text TEXT SIZE :  
Share
Dadan Muhammad Ramdan - Okezone
Korban Lapindo (Foto: Arief Hidayat/okezone)

JAKARTA -Warga korban lumpur Lapindo mengancam akan melumpuhkan kawasan Sidoarjo dengan menutup total akses jalan jika Grup Bakrie tidak merealisasikan hasil kesepakatan ganti rugi.

Dalam pertemuan negosiasi antara pemerintah, PT Lapindo Brantas dalam hal ini Grup Bakrie, dan Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS), dihasilkan kesepakatan untuk pembayaran ganti rugi dengan cara dicicil sebesar Rp30 juta per bulan.

Koordinator lapangan warga Perumtas I Sidoarjo Yuwono mengatakan, ketika tidak ada realisasi di lapangan sesuai dengan kesepakatan, maka warga tidak segan-segan menutup semua akses jalan. "Kita bikin lumpuh Sidoarjo," ancamnya saat berbincang dengan okezone via telepon, Kamis (4/12/2008).

Meski demikian, dia mengaku tidak mengharapkan langkah terakhir ini ditempuh. "Saya yakin bos Grup Bakrie, Nirwan Bakrie akan menjalankan kesepakatan itu. Tentunya dia akan jaga wibawa karena bicara di hadapan presiden," ujarnya.

Yuwono menjelaskan adanya kesepakatan tersebut memberikan kepastian bagi warga yang tinggal di kontrakan bisa memperpanjang masa sewanya. "Yah setidaknya ada informasi yang bisa dipegang bagi warga," imbuhnya.

Hasil negosiasi kemarin, Grup Bakrie sepakat membayar kekurangan ganti rugi 80 persen kepada korban dengan mencicil Rp30 juta per bulan, atau lebih tinggi dari penawaran sebelumnya Rp20 juta. Akan tetapi, besaran uang sewa rumah yang awalnya Rp5 juta per tahun turun menjadi Rp2,5 juta.(ram) (mbs)

Share
o1 o2
Advertisement
o1 o2

Berita Lainnya

  • Kamis, 08 Januari 2009 23:55 wib

    Gempa 6 SR Guncang Manokwari

  • Kamis, 08 Januari 2009 23:44 wib

    Limbah RSUD Dr Koesma Ganggu Kesehatan Warga

  • Kamis, 08 Januari 2009 23:10 wib

    Pesawat Nomad 'Mendarat' di Alun-alun

  • Kamis, 08 Januari 2009 22:17 wib

    Pembunuh Guru Mandarin Tertangkap

  • Kamis, 08 Januari 2009 22:09 wib

    Buru Tahanan Kabur, Kejari Minta Tolong Paranormal

  • o3 o4