TEGAL- Mengantisipasi terulangnya kericuhan saat pembagian kupon daging kurban, Minggu 7 Desember kemarin, panitia kurban Masjid Agung Kota Tegal, Jawa Tengah, kini menyiapkan pengamanan ketat.
Puluhan petugas dari Polsekta Tegal Timur dibantu sejumlah anggota TNI dan Satpam masjid setempat berjaga-jaga di lokasi pembagian daging kurban. Panitia juga membagi dua tempat pembagian daging kurban.
Koordinator Penyembelihan Hewan Kurban Ismail Efendi mengatakan, pengamanan ketat ini dilakukan untuk antisipasi kericuhan saat pembagian daging kurban. "Kami tidak ingin kasus pembagian kupon seperti kemarin terulang. Karena itu, kami minta bantuan ke pihak kepolisian," kata Ismail Efendi, di sela-sela pemotongan hewan kurban, Senin (8/12/2008).
Pengamanan ketat dalam pembagian daging kurban itu terbukti mampu meredam gejolak kericuhan antarwarga yang ingin mendapatkan daging kurban sebanyak 2,5 kg itu. Antrean panjang warga juga nyaris tak terlihat seperti saat pembagian kupon.
Selain menjaga loket pembagian daging, sejumlah personel dari Polsekta Tegal Timur itu juga mengamankan arus lalu lintas di lokasi pembagian yang berada di jalan protokol tepatnya di Jalan A Yani, Tegal.
Ismail menjelaskan, jumlah hewan kurban yang dipotong pada Idul Adha tahun ini sebanyak 45 ekor, terdiri atas 42 ekor kambing dan tiga ekor sapi. Jumlah tersebut menurun dibandingkan Idul Qurban tahun lalu yang mencapai 48 ekor.
Sedangkan jumlah daging yang dibagikan untuk kaum dhuafa sebanyak 2.300 bungkus masing-masing 2,5kg daging. "Penurunan jumlah hewan kurban ini karena ada beberapa donatur yang biasanya ikut nyumbang sekarang berkurang," ujarnya.
Dihubungi terpisah Kapolsekta Tegal Timur AKP Anggiat Siringo ringo mengatakan, jumlah personel yang diterjunkan untuk mengamankan pembagian daging kurban ini sebanyak 15 orang.
"Pengamanan ini bertujuan agar pelaksaan distribusi daging berlangsung tertib. Upaya ini sudah sesuai protap (prosedur tetap), di mana ada keramaian warga, polisi harus mengamankan," katanya.
(Kastolani/Sindo/ded)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan