JAKARTA - Demi menikmati daging setahun sekali, Suryati warga Cilebut Kabupaten Bogor Jawa Barat ini, rela menumpang KRL Bogor-Kota sejak pukul 06.00 WIB. Dia membawa lima anaknya dan ibu kandungnya.
Dia mengaku sejak pukul 07.00 WIB sudah duduk bersama empat orang tetangganya di depan Balai Kota DKI Jakarta. Tahun ini, Suryati berharap dia mendapatkan lagi sekantong daging kurban seberat 1 kg yang biasa dibagikan oleh pemerintah provinsi Jakarta.
Usai menerima daging di Balai Kota, Suryati dan kawan-kawan bergeser menuju Kompleks Menara Kebon Sirih. "Setiap tahunnya mah saya dapat dari sini," tukasnya saat berbincang dengan okezone, Minggu (8/12/2008).
Sebelumnya, Suryati berdiri di tengah-tengah barisan warga miskin yang memaksa masuk di pintu. Namun saat anak bungsunya bernama Faira (2) menjerit dan menangis akibat terjepit, Suryati bisa masuk ke halaman gedung setelah mendapat bantuan dari polisi yang bersiaga di depan pintu.
Ibu yang berdagang keliling ini mengatakan sejak suaminya meninggal setahun lalu, dia menjadi penopang hidup keluarganya. Dirinya harus menghidupi lima orang anak setelah nyawa suaminya terenggut akibat kecelakaan sepeda motor.
"Makan daging setahun sekali, mbak. Sama ibu saya juga, bapak saya baru meninggal Agustus lalu, jadinya dia janda," ungkapnya.
Dia mengaku sengaja membawa anak-anak karena tak ada yang menjaga di rumah. Apalagi kalau bawa anak biasanya, kata dia, lebih cepat dapatnya. Perempuan yang pernah tinggal di Rawa Bunga Jakarta ini mengatakan besok dia akan pergi ke Pasar Minggu bersama ibu-ibu pengajiannya untuk mengambil pembagian daging kurban juga.
"Kalau besok sudah dapat kuponnya. Kemarin sudah ada di pengajian saya. Jadi besok sama-sama berangkat," kata dia.
Selain Suryati, ada juga ibu-ibu yang datang dari Kwitang, Jembatan Tiga, dan Rawasari. Mereka sengaja datang untuk mengambil pembagian daging kurban. Bahkan, seorang bapak yang membawa anak semata wayangnya datang dari daerah Jakarta Utara.
Warga yang telah berdesakan di depan pintu tak mau mengantre. Mereka bahkan berteriak meminta pintu segera dibuka. Tiga anak kecil terjepit. Jeritan tangis itu akhirnya mendorong aparat keamanan mengamankan ketiganya.
Warga pun membubarkan diri secara tertib setelah panitia membagikan daging kurban. Kerumunan warga berangsur pergi menuju tempat penyembelihan daging kurban yang lain dan berharap masih ada rezeki yang mereka bawa pulang untuk dinikmati setahun sekali.
(nov)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan