o1 o2

News


Mengorbankan Badan Berdesakan, Demi Daging Kurban

Senin, 8 Desember 2008 - 14:50 wib
text TEXT SIZE :  
Share
novi muharrami - Okezone

JAKARTA - Demi menikmati daging setahun sekali, Suryati warga Cilebut Kabupaten Bogor Jawa Barat ini, rela menumpang KRL Bogor-Kota sejak pukul 06.00 WIB. Dia membawa lima anaknya dan ibu kandungnya.

Dia mengaku sejak pukul 07.00 WIB sudah duduk bersama empat orang tetangganya di depan Balai Kota DKI Jakarta. Tahun ini, Suryati berharap dia mendapatkan lagi sekantong daging kurban seberat 1 kg yang biasa dibagikan oleh pemerintah provinsi Jakarta.

Usai menerima daging di Balai Kota, Suryati dan kawan-kawan bergeser menuju Kompleks Menara Kebon Sirih. "Setiap tahunnya mah saya dapat dari sini," tukasnya saat berbincang dengan okezone, Minggu (8/12/2008).

Sebelumnya, Suryati berdiri di tengah-tengah barisan warga miskin yang memaksa masuk di pintu. Namun saat anak bungsunya bernama Faira (2) menjerit dan menangis akibat terjepit, Suryati bisa masuk ke halaman gedung setelah mendapat bantuan dari polisi yang bersiaga di depan pintu.

Ibu yang berdagang keliling ini mengatakan sejak suaminya meninggal setahun lalu, dia menjadi penopang hidup keluarganya. Dirinya harus menghidupi lima orang anak setelah nyawa suaminya terenggut akibat kecelakaan sepeda motor.

"Makan daging setahun sekali, mbak. Sama ibu saya juga, bapak saya baru meninggal Agustus lalu, jadinya dia janda," ungkapnya.

Dia mengaku sengaja membawa anak-anak karena tak ada yang menjaga di rumah. Apalagi kalau bawa anak biasanya, kata dia, lebih cepat dapatnya. Perempuan yang pernah tinggal di Rawa Bunga Jakarta ini mengatakan besok dia akan pergi ke Pasar Minggu bersama ibu-ibu pengajiannya untuk mengambil pembagian daging kurban juga.

"Kalau besok sudah dapat kuponnya. Kemarin sudah ada di pengajian saya. Jadi besok sama-sama berangkat," kata dia.

Selain Suryati, ada juga ibu-ibu yang datang dari Kwitang, Jembatan Tiga, dan Rawasari. Mereka sengaja datang untuk mengambil pembagian daging kurban. Bahkan, seorang bapak yang membawa anak semata wayangnya datang dari daerah Jakarta Utara.

Warga yang telah berdesakan di depan pintu tak mau mengantre. Mereka bahkan berteriak meminta pintu segera dibuka. Tiga anak kecil terjepit. Jeritan tangis itu akhirnya mendorong aparat keamanan mengamankan ketiganya.

Warga pun membubarkan diri secara tertib setelah panitia membagikan daging kurban. Kerumunan warga berangsur pergi menuju tempat penyembelihan daging kurban yang lain dan berharap masih ada rezeki yang mereka bawa pulang untuk dinikmati setahun sekali.
(nov)

Bagi Pengguna Ponsel, BlackBerry Nikmati Berita Terkini Di http://m.okezone.com
Share
 Ada 0 komentar untuk berita ini. Komentar Anda?

Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan
o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

  • Rabu, 10 Februari 2010 04:04 wib

    KPU Dinilai Ceroboh Cabut SEB Panwas

  • Rabu, 10 Februari 2010 03:03 wib

    Polisi Selidiki Ledakan Genset RSU Pirngadi

  • Rabu, 10 Februari 2010 02:30 wib

    Polisi Ditembak, Saksi Kunci Masih Diamankan

  • Rabu, 10 Februari 2010 02:03 wib

    Pelaku Penembak Polisi Tidak Sendirian

  • Rabu, 10 Februari 2010 01:25 wib

    Pencabutan Moratorium TKI Tertunda

  • o3 o4