SOLO - Subdin Peternakan Dinas Pertanian Solo, Jawa Tengah menemukan hampir semua hewan kurban yang akan disembelih mengidap beberapa penyakit seperti penyakit mata, hidung, mulut, dan kulit.
Hasil ini diketahui dari sidak yang dilakukan tim Subdin Peternakan Dinas Pertanian Solo, di sejumlah lokasi pemotongan hewan kurban.
Dalam sidak tersebut, tim memeriksa hewan kurban tak hanya memeriksa hewan yang masih hidup, melainkan juga hewan yang sudah dipotong. Cek yang dilakukan tim meliputi pemeriksaan kesehatan mata, hidung, mulut, anus, berat hewan tersebut.
Ketua Tim Pemeriksa Kesehatan Hewan Kurban, Subdin Pertenakan Dinas Pertanian Solo Bagus Sarwoko mengatakan, hewan-hewan kurban yang memiliki penyakit, berpotensi menularkan penyakit yang dideritanya kepada manusia.
Kendati penyakit tersebut tidak berbahaya bagi manusia, namun kebanyakan manusia yang terlanjur mengkomsumsi daging hewan kurban yang sakit, akan tertular penyakit hewan tersebut.
Menurut Bagus, sebenarnya pihaknya sudah meminta kepada panitia hewan kurban untuk tidak memotong hewan yang sakit. Namun ada sebagian panitia kurban yang tidak mempermasalahkan kondisi kesehatan hewan kurban. Tetapi bagi panitia hewan kurban yang mematuhi untuk menunda memotong hewan kurban tersebut, pihaknya akan segera memberikan obat.
"Banyak sekali kami temukan hewan kurban dalam kondisi sakit. Kami sebenarnya sudah memberi anjuran tapi panitia hewan kurban tidak mempermasalahkan kondisi hewan yang sakit," papar Bagus disela sidak pemotongan hewan kurban di MTA Solo, Jawa Tengah, Senin (8/12/2006).
Sidak yang digelar ini tidak hanya dilakukan saat prosesi penyembelihan hewan kurban. Namun, jauh hari sebelumnya telah digelar pemeriksaan hewan kurban pada lokasi penjualannya. Dari sidak tersebut, kebanyakan hewan kurban yang dijual tidak layak komsumsi.
Pasalnya, kebanyakan pemilik hewan tersebut tidak memperhatikan makanan serta kesehatan hewan peliharaannya.(Isi) (Bramantyo/Trijaya/ded)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan