BOGOR - Hanya gara-gara telat membayaran SPP satu hari, seorang siswa kelas 1 SD Eka Wijaya, Cibinong dikeluarkan dari ruang kelas oleh pihak sekolah.
Akibatnya, bocah bernama Rastra Sewa tidak bisa mengikuti ujian sementer. Tak ayal, orang tua bocah ini menggeruduk pihak sekolah lantaran tidak menerima dengan kebijakan yang dinilai tidak manusiawi itu.
Setiawan, orangtua Rastra menyatakan, pihak sekolah tidak memiliki rasa kemanusiaan. Padahal, selaku orangtua saat mendapat informasi tersebut hari itu juga langsung melunasi pembayaran SPP bulan Desember sebesar Rp180.000.
Dia mengatakan selama ini dirinya tidak pernah menerima keterlambatan pembayaran SPP, karena tanggal 10 merupakan batas akhir pembayaran.
"Saya sudah mengikuti auran sekolah sebelum tanggal 10, tapi kenapa anak saya dikeluarkan dari ujian," tandas Setiawan saat mendatangi sekolah, Kamis (11/12/2008).
Dia menyesalkan tindakan dari sekolah yang gegabah tanpa membicarakan terlebih dahulu masalah tersebut dengan pihak orangtua. (Endang Gunawan/Global/ram)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan