Lia Eden (Foto: www.liaeden.info)
JAKARTA - Sebebasnya dari penjara Oktober 2007, pimpinan Kerajaan Tuhan Lia Aminuddin alias Lia Eden, tidak mengubah keyakinannya. Walau kerajaannya tampak ekslusif dan terasing dari warga sekitar, namun Lia dan pengikutnya juga membaur.
Demikian terungkap dari perbincangan beberapa wartawan dengan Ketua RT 5 Survita, dan Ketua RW 8 Sutaryo di Jalan Mahoni, Bungur, Senen, Jakarta Pusat, Senin (15/12/2008).
Menurut Survita, para pengikutnya seringkali keluar dari rumah untuk berbelanja, ataupun arisan. "Kadang-kadang Lia Eden yang belanja sayur," kata Survita.
Tapi untuk arisan warga, pengikut Lia Eden mewakilkannya pada salah seorang pengikut yang biasa dipanggil Mbak Tri. Sejauh ini kegiatan Lia dan pengikutnya, menurut Survita, cenderung biasa saja.
Sementara yang diketahui Sutaryo, para pengikutnya sering berkumpul di rumah Lia yang disebut Kerajaan Tuhan, setiap hari Sabtu. Namun tidak diketahui kegiatan yang dilakukan.
"Kalau masalah ibadah kami tidak tahu. Karena tertutup," timpal Survita.
Walaupun begitu, menurutnya, warga tidak mempermasalahkan keberadaan komunitas tersebut. Namun, Survita mengaku, memang ada beberapa warga dan kelompok tertentu yang tidak senang dengan keberadaan Lia Eden dan pengikutnya.
Sementara Sutaryo, mengungkap beberapa tahun yang lalu Lia Eden dan pengikutnya pernah ikut mendirikan Majelis Taklim Sehati di lingkungan warga.
Seperti diketahui, Lia Eden pernah divonis dua tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 26 Juni 2006. Atas vonis tersebut, Lia mendekam di sel Rumah Tahanan Pondok Bambu. Lalu sekira bulan Oktober 2007, Lia pun bebas. Kini Lia memberikan kegegeran lagi dengan wahyu-wahyu yang dihasilkannya.(hri)(mbs)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan