JAKARTA - Merasa dilecehkan, M Idris kalap dan langsung mencari para preman yang merampas ponsel milik rekannya.
Meski didampingi seorang teman, namun Idris kurang cermat berhitung. Para preman yang didatangi lebih unggul dalam hal jumlah serta pengalaman berkelahi. Alhasil, Idris tumbang bersimbah darah setelah kepalanya dikepruk dengan kayu dan punggungnya ditusuk pisau.
Peristiwa penggeroyokan ini terjadi pagi tadi di sekitar Jalan Kumbang Raya, Kelurahan Kwitang, Senen, Jakarta Pusat. Kronologis kejadian bermula ketika Idris bersama rekannya Johny sedang jongging di Jalan Kumbang Raya. Tiba-tiba tiga preman yang mengendarai motor menghampiri mereka dan merampas ponsel Johny yang sedang dipakai menelepon.
Tidak terima atas perlakuan ini, Idris lantas mengontak Fadli dan berusaha mencari para pelaku. Setelah mencari dibeberapa lokasi, akhirnya Idris berhasil menemukan para preman yang telah merampas ponsel temannya.
Sempat terjadi perang mulut antara Idris dan para preman. Namun, pertengkaran yang berubah menjadi adu fisik itu dimenangkan para preman yang unggul jumlah. Fadli pun hanya bisa melihat Idris dianiaya di depannya karena tubuhnya dipegangi para preman. Beruntung, korban langsung dilarikan ke RS Kramatjati sehingga nyawanya masih bisa tertolong.
"Identitas para pelaku sudah kami kantongi dan anggota sudah saya perintahkan untuk memburu mereka," ujar Kapolsek Senen Kompol Arrow H Tobing.
Tobing menjelaskan, korban didampingi rekannya melapor ke Mapolsek Senen usai menjalani perawatan di RS Kramatjati. "Korban mendapatkan 27 jahitan di bagian kepada dan punggung," terangnya.
(ful)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad