JAKARTA - Bagi anda yang kesulitan memahami persoalan seputar korupsi dan pemberantasannya, kini tak perlu khawatir. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai hari ini meluncurkan Pojok Anti Korupsi dan perpustakaan KPK yang ditujukan untuk masyarakat luas.
Â
"Ini dilakukan untuk memberikan informasi kepada masyarakat guna mengetahui soal korupsi dan pemberantasannya," kata Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan M Jasin saat jumpa pers di gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (6/1/2009)
Â
Dalam pojok anti korupsi, lanjut Jasin masyarakat bisa membaca berbagai referensi tentang pemberantasan korupsi dan mengakses data digital melalui komputer. "Masyarakat juga bisa melihat data Tambahan Berita Negara (TBN) atas laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara," tambahnya
Â
Saat ini KPK telah memiliki dua buah pojok anti korupsi yang diletakkan di lobi gedung KPK. Selanjutnya KPK berencana menaruh pojok tersebut di Bandara Soekarno Hatta (4 unit), Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (1 unit), Universitas Paramadina (1 unit) dan satu unit di SMAN 70 Jakarta.
Â
"Nanti akan kita pelajari perlu tidaknya clearing house (pojok anti korupsi) di tempatkan di kantor pelayanan publik," sambungnya.
Â
Tak hanya itu, KPK kini telah memiliki sebuah perpustakaan sebagai penyedia informasi dalam rangka pemenuhan kebutuhan informasi masyarakat seputar korupsi.
Â
"Saat ini perpustakaan memiliki 2118 koleksi yang terdiri dari buku, peraturan perundangan hasil penelitian laporan dan makalah yang berhubungan dengan upaya pemberantasan korupsi," imbuh Jasin
Â
Perpustakaan yang terletak di lantai 2 gedung KPK terbuka bagi masyarakat yang ingin memanfaatkannya. "Namun masyarakat perlu registrasi dulu," katanya
Â
Sedangkan program KPK di tahun 2009 untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam upaya pemberantasan korupsi diwujudkan dengan program 'Indonesia Memanggil Pakar'.
Â
Jasin menambahkan program ini bertujuan untuk mendapatkan dukungan pengetahuan dan keahlian dari berbagai pakar guna membentuk kesepahaman antara KPK dengan berbagai elemen bangsa. "Keterlibatan para pakar nantinya bisa sebagai narasumber, peneliti dan sebagainya," ujarnya.
(uky)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad