JAKARTA - Terlalu. Kata itu layak menggambarkan perilaku Wildan Sholihin, tersangka pembunuh pensiunan TNI AL Hj Kasminah pada 29 Desember 2008.
Betapa tidak, Wildan merupakan anak angkat korban. Bahkan, Hj Kasminah sempat merawat Wildan sejak April hingga Agustus 2008 di kediamannya Komlek TNI AL Dewa Kembar, Jalan Trisula Blok B 192, Kelurahan Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara. Remaja berusia 16 tahun itu pun sempat disekolahkan di SMA 73. Namun ternyata kebaikan perempuan paruh baya itu dibalas aksi biadab oleh tersangka.
Ihwal terungkapnya aktor dibalik peristiwa perampokan dan pembunuhan yang dilakukan tiga orang itu diketahui dari jalur masuk pelaku ke dalam rumah korban. Para pelaku masuk melewati lubang di atap yang sejatinya hanya diketahui oleh penghuni rumah. Wildan lah yang paham betul seluk beluk rumah korban. Tak heran polisi tidak menemukan kerusakan pada pintu dan gerbang masuk rumah.
Kini, remaja yang akrab dipanggil Aden itu harus meringkuk di balik jeruji besi. "Saya hanya ingin mengambil hartanya, kini saya menyesal," ujarnya dengan suara lirih di Mapolres Jakarta Utara, Selasa (6/1/2008).
Namun sejatinya aksi busuk Wildan sudah tercermin dari prilaku kesehariannya. Korban sempat memulangkan Wildan ke Sukabumi karena prilakunya yang kurang berkenan selama tinggal dengan korban.
Adapun dua rekan korban adalah Fajar Zaenal (18) dan Bunjabi alias Obet (38). Keduanya adalah eksekutor Hj Kasminah. Fajar bertugas memegangi korban dan Obet berperan mengeksekusi korban. Keduanya mengaku nekat melakukannya pembunuhan karena takut dikenali. Sebab, korban sempat melakukan perlawanan.
Obet berhasi dibekuk di daerah Sukabumi, Jawa Barat. Kakinya terpaksa ditembak karena berusaha melarikan diri ketika digerebek. Adapun Fajar ditangkap di rumah bibinya di Palembang, Sumatra Selatan.
"Alhamdulillah, kasus ini sudah terungkap, namun pelaku lain yang menerima hasil penjualan mobil milik korban masih dalam pengejaran," ujar Kapolres Jakarta Utara Kombes Rycko Amelza Daniel.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pada 29 Desember 2008 sekira pukul 03.00 WIB para pelaku menyatroni rumah Hj Kasminah. Nahas kedatangan mereka dipergoki oleh pembantu korban, Rumiyati.
Rumiyati sempat berteriak sebelum disekap pelaku. Namun, teriakan Rumiyati membuat Hj Kasminah terbangun. Para pelaku akhirnya menghabisi pensiunan TNI AL berpangkat kolonel itu. Barang milik korban seperti uang tunai Rp4.600 ribu dan satu unit mobil Kijang B 7556 JH dibawa kabur.
Sebelum kabur ke luar kota, para pelaku menitipkan mobil hasil curian untuk dijual kepada Yayan dan Hendra. Kedua penadah ini menjanjikan akan menjualkan mobil tersebut seharga Rp18 juta. Mobil kini diperkirakan berada di tangan Alay yang masih buron. Alay diduga merupakan pembeli mobil hasil kejahatan tersebut. (Isfari Hikmat/Sindo/ful)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad