DEPOK - Sekira 100 pedagang pasar tradisional di Pasar Agung, Depok II, Sukmajaya, Depok, menggelar aksi unjuk rasa menolak rencana pembangunan pasar segar berkonsep modern di Jalan Tole Iskandar, Depok.
Tuntutan ini dilakukan karena para pedagang khawatir usahanya akan tersaingi dengan didirikannya pasar modern tersebut.
"Banyak mal dan pasar lainnya yang sudah mengambil lahan kami. Kalau sekarang didirikan pasar modern lagi kami bisa bangkrut," ujar salah seorang pedagang, Kasmullah, dalam aksinya, Selasa (6/1/2009).
Selama tahun 2006 hingga 2008, kata dia, dari sebanyak 800 kios di Pasar Agung, hanya tinggal 400 kios yang masih bertahan. Sedangkan sisanya terpaksa gulung tikar karena kalah bersaing dengan pasar modern.
"Kalau walikota tetap memberikan izin pembangunan tersebut, kami bertekad tidak akan membayar retribusi. Karena, selama ini pemkot hanya bisa menyerap PAD tetapi tidak pernah menata pasar tradisional," tandasnya.
Dalam aksi ini, mereka sempat memblokir jalan raya. Akibatnya, mobil angkutan kota D 02 jurusan Depok-Depok Timur tidak bisa beroprasi dengan normal. Sejumlah aparat pun nampak bersiaga mengawal aksi para pedagang ini. (teb)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad