News Ticker
  • RI Keluar dari Daftar Penerbit Obligasi Berisiko
  • KPK Jadwalkan Periksa Bos Artha Graha Andy Kasih
  • 6 Siswa Tersesat di Gunung Gede Ditemukan Selamat
  • Sepak Bola : Hamburg Resmi Pinang Ze Roberto
  • Pemkab Bangkalan Larang Sekolah Pungut Uang Gedung
  • Juni, 473 Ribu Pekerja di Amerika Serikat Kena PHK
  • Pascalongsor, Jalur Riau-Sumbar Masih Dialihkan
  • Bulan Depan, Jamrud Luncurkan Album The Best
  • Pegadaian Catat Obligasi Rp1,5 T di BEI Hari Ini
  • Korban Tewas Flu Babi di Thailand Capai 5 Orang
o1 o2

News


FKB: Rapor Biru Dan Merah Buat SBY-JK

Selasa, 6 Januari 2009 - 19:20 wib
text TEXT SIZE :  
Share
Mardanih - Okezone

JAKARTA - Fraksi Kebangkitan Bangsa menilai ada beberapa prestasi yang telah ditorehkan oleh pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla. Mereka memberikan rapor biru dan rapor merah untuk keduanya.

"Harus diakui pemerintahan SBY-JK berhasil membukukan rapor biru di bidang penegakan stabilitas dan kemanan, begitu juga mengenai kasus korupsi dengan hadirnya KPK angka biru juga tergurat di rapor pemerintahan SBY-JK di bidang pemberantasan korupsi," kata anggota FKB, Masduki Baidlowi dalam konferensi pers FKB di Ruang Rapat FKB di gedung Nusantara 1 lantai 17 DPR, Jakarta, Selasa (6/1/2009).

Masduki menambahkan, noktah merah juga membayangi rapor pemerintahan SBY-JK. Di bidang penegakan hukum misalnya, sejumlah masalah hukum krusial gagal diselesaikan oleh pemerintahan SBY-JK. Seperti soal kepastian hukum terhadap dugaan korupsi oleh (alm) mantan presiden soeharto dan penanganan skandal BLBI yang jalan di tempat.

Selain itu, pemerintahan SBY-JK memang mencetak rapor biru dalam pemberatasan perjudian, human trafficking, dan kejahatan transnasional. Namun dalam hal penyelesaian kasus pelanggaran HAM yang melibatkan elit-elit politik masa silam, seperti kasus semanggi, trisakti, penculikan, dan penghilangan aktifis, pemerintah dinilai hampir tidak mempunyai prestasi yang menjanjikan.

''Rapor merah ini diperburuk dengan penanganan kasus lumpur Lapindo yang tidak berkesudahan,'' ungkapnya.

Pemerintahan SBY-JK memang telah memuaskan publik dengan pemenuhan anggaran pendidikan 20 persen dari APBN, namun Masduki berpendapat dibanding dengan anggaran yang dikuras oleh pemerintah untuk membayar hutang negara, prestasi ini menjadi tidak terlalu mengembirakan.

"Dalam APBN 2009 yang mencapai Rp1.037,1 triliun, porsi pembayaran hutang pokok dan bunga tercatat hampir 15 persen. Dana yang dikuras untuk mencicil hutang pokok dan bunga mencapai sekitar Rp169,9 triliun," ujarnya.

Menurut Masduki, posisi hutang negara saat ini berdasarkan laporan LKPP akhir tahun 2007, mencapai USD155,29 miliar atau sekira Rp1.430,96 triliun. Jumlah ini hampir menyamai total nilai aset negara yang mencapai Rp1.600,21 trilyun. Untuk menutup defisit APBN 2009 sebesar Rp51,4 triliun, pemerintah berencana menambah hutang luar negeri baru sekira USD2,6 miliar.

Dirinya juga menyayangkan lonjakan jumlah hutang luar negeri yang tiga kali lebih besar dibanding masa orde baru ini tidak berkorelasi dengan peningkatan kesejahteraan rakyat. Rakyat tetap miskin dan terbelakang di tengah SDA yang habis terkikis.

"Pendalaman liberalisasi yang didorong oleh pemerintahan SBY-JK terbukti gagal mendesain pembangunan yang menyejahterakan," pungkasnya.
(nov)

Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat http://m.okezone.com
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad 
Share
o1 o2
o1 o2

0 komentar




o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

  • Sabtu, 04 Juli 2009 17:58 wib

    Mau Kongkow? Hindari Kawasan Senayan

  • Sabtu, 04 Juli 2009 16:47 wib

    Ujang "Facebook" Diperiksa Polisi 2 Jam

  • Sabtu, 04 Juli 2009 14:18 wib

    Sejoli Korban Tabrak Lari Hanyut di Sungai

  • Sabtu, 04 Juli 2009 13:12 wib

    Tipu TKI, PJTKI Ilegal Digerebek Polisi

  • Sabtu, 04 Juli 2009 11:09 wib

    Cucu Tega Habisi Kakeknya di Bekasi

  • o3 o4