News Ticker
  • RI Keluar dari Daftar Penerbit Obligasi Berisiko
  • KPK Jadwalkan Periksa Bos Artha Graha Andy Kasih
  • 6 Siswa Tersesat di Gunung Gede Ditemukan Selamat
  • Sepak Bola : Hamburg Resmi Pinang Ze Roberto
  • Pemkab Bangkalan Larang Sekolah Pungut Uang Gedung
  • Juni, 473 Ribu Pekerja di Amerika Serikat Kena PHK
  • Pascalongsor, Jalur Riau-Sumbar Masih Dialihkan
  • Bulan Depan, Jamrud Luncurkan Album The Best
  • Pegadaian Catat Obligasi Rp1,5 T di BEI Hari Ini
  • Korban Tewas Flu Babi di Thailand Capai 5 Orang
o1 o2

News


Organda DKI Tolak Tarif Baru

Selasa, 6 Januari 2009 - 20:32 wib
text TEXT SIZE :  
Share

JAKARTA - Organda DKI Jakarta menolak penurunan tarif angkutan sebesar Rp200 yang ditetapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Sekretaris Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta TR Panjaitan mengatakan, pihaknya menolak menyetujui tarif yang telah ditetapkan karena tidak sesuai dengan yang diinginkan. Sebetulnya, Organda menginginkan tarif hanya turun sebesar Rp150 dan bukan Rp200 seperti yang telah diumumkan ke publik

Panjaitan juga mengklaim bahwa tarif tersebut bukan hasil kesepakatan antara Organda dan Dewan Transportasi Kota (DTK). Dirinya malah mengherankan pernyataan DTK yang menyebutkan Organda setuju dengan penetapan tarif tersebut.

Pasalnya, berdasarkan rapat sebelumnya, DTK telah menyetujui kalau tariff hanya turun 6 persen sekitar Rp150 dan bukan 8 persen, seperti yang diucapkan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.

"Rapat sebelumnya disepakati tarif hanya turun 6 persen. Makanya saya heran kok sekarang menjadi 8 persen. Pokoknya kami menolak," jelasnya.

Dirinya menambahkan, kalau pemilik angkutan umum akan menolak keputusan tersebut. Bentuk penolakan tersebut, tambahnya, apakah akan melakukan mogok massal atau tetap berpegang pada tarif yang lama. Jika hal itu terjadi maka Organda mengaku tidak mau bertanggung jawab.

Organda sepenuhnya menyerahkan penyelesaian konflik tersebut kepada DTK selaku badan penasihat transportasi kota Jakarta. Panjaitan menilai, sebetulnya sejak awal harga Premium dan Pertamax turun pihaknya menolak ada penurunan tarif.

Dia mengungkapkan sejumlah alasan seperti harga spare part masih membumbung tinggi dan beban biaya operasional yang semakin mencekik. Namun atas desakan pemerintah dan masyarakat, akhirnya Organda pun setuju kalau tarif angkutan umum harus diturunkan.

"Kebijakan penurunan tarif yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta berbau politis," ungkapnya.
(Neneng Zubaidah/Sindo/nov)

Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat http://m.okezone.com
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad 
Share
o1 o2
o1 o2

0 komentar




o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

  • Sabtu, 04 Juli 2009 21:13 wib

    Polisi Bandara Soetta Razia Angkutan Plat Hitam

  • Sabtu, 04 Juli 2009 20:12 wib

    Puluhan Warga Cilincing Keracunan Nasi Bungkus

  • Sabtu, 04 Juli 2009 19:29 wib

    Bus Pendukung SBY-Boediono Terbalik di Tol

  • Sabtu, 04 Juli 2009 18:48 wib

    Jenazah Letkol Deddy Diterbangkan dari Papua

  • Sabtu, 04 Juli 2009 17:58 wib

    Mau Kongkow? Hindari Kawasan Senayan

  • o3 o4