News Ticker
  • RI Keluar dari Daftar Penerbit Obligasi Berisiko
  • KPK Jadwalkan Periksa Bos Artha Graha Andy Kasih
  • 6 Siswa Tersesat di Gunung Gede Ditemukan Selamat
  • Sepak Bola : Hamburg Resmi Pinang Ze Roberto
  • Pemkab Bangkalan Larang Sekolah Pungut Uang Gedung
  • Juni, 473 Ribu Pekerja di Amerika Serikat Kena PHK
  • Pascalongsor, Jalur Riau-Sumbar Masih Dialihkan
  • Bulan Depan, Jamrud Luncurkan Album The Best
  • Pegadaian Catat Obligasi Rp1,5 T di BEI Hari Ini
  • Korban Tewas Flu Babi di Thailand Capai 5 Orang
o1 o2

News


Lembaga Survei Jangan Lakukan Malpraktik

Rabu, 7 Januari 2009 - 03:01 wib
text TEXT SIZE :  
Share
Mardanih - Okezone

JAKARTA - Ketua DPP Partai Golkar Muladi mengingatkan lembaga survei agar tidak melakukan malpraktik dalam surveinya, karena hal tersebut bisa menimbulkan kerusakan demokrasi.

"Saya harapkan lembaga-lembaga survei untuk tidak melakukan malpraktik, karena akan sangat berbahaya bagi partai- partai politik dan masa depan bangsa Indonesia," katanya dalam diskusi Pro-Kontra Lembaga Survei di DPP Partai Golkar, Selasa (6/1/2009).

Gubernur Lemhanas ini juga mengkritisi lembaga survei LSI yang dipimpin Denny JA, yang dalam iklan-iklannya seakan-akan bisa menjadi penentu nasib partai.

"Di iklannya kan begitu, kalau mengikuti dia, mengikuti saran dia maka bisa menang. Itu benar-benar penyesatan bagi rakyat," katanya.

Sementara itu Pengamat Politik dari Universitas Indonesia Ibramsyah menyatakan kesepakatannya dengan pernyataan capres dari PIS, Sutiyoso yang mengatakan bahwa capres atau parpol yang memesan hasil polling melakukan onani politik.

"Pada intinya mereka membohongi diri sendiri saja. Jika Sutiyoso mengatakan hal itu adalah onani politik, saya sepakat juga dengan hal itu, karena perbuatan seperti itu cocok jika diistilahkan demikian. Dengan melakukan hal ini hasilnya pun bagi capres itu hanya semu dan mereka seharusnya sadar akan hal itu," paparnya.

Dia juga menilai hampir semua lembaga survei yang ada saat ini adalah lembaga survei yang menerima bayaran dari pihak- pihak tertentu.

"LSI Saeful Mujani, LSI Denny JA, dan sebagainya itu lembaga bayaran. Saat ini nampaknya lembaga survei yang independen hanyalah lembaga-lembaga survei universitas terutama UI dan LIPI yang masih independen," jelasnya.

Muladi mengimbau agar lembaga surve jika mau melakukan kebohongan hendaknya tidak keterlaluan seperti itu, karena menurutnya hal tersebut benar-benar menyakitkan. Oleh karena itu, dia mengimbau agar para pimpinan media masa pun seharusnya bisa lebih jeli dalam memuat berita mengenai hasil survei. Jangan sampai media masa dimanfaatkan begitu saja oleh lembaga-lembaga survei itu.

"Orang bodoh saja tahu kok hasil lembaga survei seperti itu tidak kredibel apalagi orang pintar. Mereka anggap kita ini bodoh sekali apa?'' pungkasnya. (ram)

Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat http://m.okezone.com
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad 
Share
o1 o2
o1 o2

0 komentar




o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

  • Sabtu, 04 Juli 2009 18:48 wib

    Jenazah Letkol Deddy Diterbangkan dari Papua

  • Sabtu, 04 Juli 2009 17:58 wib

    Mau Kongkow? Hindari Kawasan Senayan

  • Sabtu, 04 Juli 2009 16:47 wib

    Ujang "Facebook" Diperiksa Polisi 2 Jam

  • Sabtu, 04 Juli 2009 14:18 wib

    Sejoli Korban Tabrak Lari Hanyut di Sungai

  • Sabtu, 04 Juli 2009 13:12 wib

    Tipu TKI, PJTKI Ilegal Digerebek Polisi

  • o3 o4