News Ticker
  • RI Keluar dari Daftar Penerbit Obligasi Berisiko
  • KPK Jadwalkan Periksa Bos Artha Graha Andy Kasih
  • 6 Siswa Tersesat di Gunung Gede Ditemukan Selamat
  • Sepak Bola : Hamburg Resmi Pinang Ze Roberto
  • Pemkab Bangkalan Larang Sekolah Pungut Uang Gedung
  • Juni, 473 Ribu Pekerja di Amerika Serikat Kena PHK
  • Pascalongsor, Jalur Riau-Sumbar Masih Dialihkan
  • Bulan Depan, Jamrud Luncurkan Album The Best
  • Pegadaian Catat Obligasi Rp1,5 T di BEI Hari Ini
  • Korban Tewas Flu Babi di Thailand Capai 5 Orang
o1 o2

News


Puluhan KK Terancam Tanah Retak

Rabu, 7 Januari 2009 - 04:00 wib
text TEXT SIZE :  
Share

SUKABUMI- Lebih dari 20 rumah warga di Kampung Muara Dua RT12/05, Desa Kebonmanggu, Kec Gunungguuruh, Kab Sukabumi, terancam pergeseran tanah.

Lahan di sekitar pemukiman mereka, mengalami keretakan sehingga rawan terjadinya bencana longsor. Kondisi ini memaksa warga untuk menerapkan sistem penjagaan secara bergantian.

Berdasarkan pantauan, menunjukan keretakan tanah di lahan pemukiman penduduk itu telah mencapai kedalaman lebih dari 10 cm dengan bentuk keretakan yang menjalar hingga ke pondasi rumah-rumah warga. Gejala alam ini bukan hanya menimbulkan kerawanan bencana longsor, tapi juga telah sampai merusak dinding rumah warga.

"Kalau saja turun hujan, warga di sekitar kampung ini selalu disergap kecemasan. Sebab bencana longsor bisa saja terjadi. Mengingat air hujan merembes di antara celah retakan tanah," ungkap Eli ( 30),  warga yang tempat kediamannya telah mengalami kerusakan akibat diterjang keretakan tanah.

Diakuinya, sebagian warga kerap mengungsi ketika terjadi turun hujan. Kondisi rumah Eli jauh lebih baik ketimbang sepuluh rumah yang berdiri di sekitar bantaran Sungai Cimandiri. Bagian lantai dan dinding rumah-rumah tersebut telah hancur akibat retakan tanah yang menggurita.

"Kondisi ini sebenarnya telah ditinjau oleh pemerintah kecamatan, tapi sampai kini tidak ada tindak lanjut. Jujur saja, warga disini sangat menginginkan relokasi," ujar Idris (42), tokoh masyarakat setempat.

Dia mengaku keretakan tanah ini telah terjadi sejak tiga tahun silam. Semula, retakan itu hanya berupa lubang di antara lahan perkampungan. Lambat laun menjalar hingga ke beberapa bagian lahan. Hal ini seiring terjadinya hujan deras setiap tahunnya.

Idris mengatakan, akibat kondisi ini pula, warga sepakat untuk menerapkan sistem penjagaan secara bergilir. "Setiap turun hujan, beberapa warga terutama kaum pria diwajibkan untuk berjaga-jaga di sekitar rumah-rumah warga yang penghuninya sementara waktu mengingsi ke rumah tetangga lainnya," ujar Idris. (Toni Kamajaya/Sindo/ram)

Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat http://m.okezone.com
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad 
Share
o1 o2
o1 o2

0 komentar




o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

  • Sabtu, 04 Juli 2009 21:13 wib

    Polisi Bandara Soetta Razia Angkutan Plat Hitam

  • Sabtu, 04 Juli 2009 20:12 wib

    Puluhan Warga Cilincing Keracunan Nasi Bungkus

  • Sabtu, 04 Juli 2009 19:29 wib

    Bus Pendukung SBY-Boediono Terbalik di Tol

  • Sabtu, 04 Juli 2009 18:48 wib

    Jenazah Letkol Deddy Diterbangkan dari Papua

  • Sabtu, 04 Juli 2009 17:58 wib

    Mau Kongkow? Hindari Kawasan Senayan

  • o3 o4