News Ticker
  • RI Keluar dari Daftar Penerbit Obligasi Berisiko
  • KPK Jadwalkan Periksa Bos Artha Graha Andy Kasih
  • 6 Siswa Tersesat di Gunung Gede Ditemukan Selamat
  • Sepak Bola : Hamburg Resmi Pinang Ze Roberto
  • Pemkab Bangkalan Larang Sekolah Pungut Uang Gedung
  • Juni, 473 Ribu Pekerja di Amerika Serikat Kena PHK
  • Pascalongsor, Jalur Riau-Sumbar Masih Dialihkan
  • Bulan Depan, Jamrud Luncurkan Album The Best
  • Pegadaian Catat Obligasi Rp1,5 T di BEI Hari Ini
  • Korban Tewas Flu Babi di Thailand Capai 5 Orang
o1 o2

News


Ka Seto: Evaluasi Jam Masuk Sekolah 06.30 WIB

Rabu, 7 Januari 2009 - 08:57 wib
text TEXT SIZE :  
Share
Dadan Muhammad Ramdan - Okezone

JAKARTA - Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Seto Mulyadi mengatakan, perlu ada eveluasi jujur dan objektif terhadap efektivitas penerapan jam masuk sekolah.

"Saya kira belum banyak dampak kemajuannya, kemacetan masih terjadi. Sejumlah pihak memang ada yang mendukung, tapi tak sedikit keluhan dari mulai orang tua, guru dan murid," katanya saat berbincang dengan okezone via telepon, Rabu (7/1/2009).

Untuk itu, pemerintah perlu melakukan evaluasi yang jujur dan objektif terhadap penerapan jam masuk sekolah 06.30 WIB. Jika memang belum bisa dilaksanakan sepenuhnya, maka tidak perlu dipaksakan. Sebaiknya diterapkan secara bertahap.

Seto juga mempertanyakan tujuan awal dari kebijakan ini, apakah untuk mengurangi kemacetan atau demi meningkatkan kualitas pendidikan melalui penekanan kedisiplinan pelajar untuk tepat waktu.

Alasannya, kata tokoh yang lekat dengan dunia anak itu, memajukan jam sekolah lebih pagi tidak berpengaruh banyak dalam mengurangi kemacetan di Jakarta, hanya menggeser waktu macet.

Dari segi peningkatan kualitas pendidikan juga perlu dievaluasi, sebab dalam praktiknya banyak anak yang terlambat datang ke sekolah dengan berbagai alasan. Akibatnya, tak sedikit anak yang bolos sekolah karena takut mendapat sanksi dari guru. Akhirnya, mereka main di jalan atau pusat perbelanjaan.

Menurut Ketua Komnas PA, adanya sanksi bagi murid yang terlabat juga menjadi bagian dari pelanggaran terhadap anak yang semetinya tidak diberlakukan, sebab dampaknya kurang baik."Jadi harus jelas tujuannya apakah untuk mengurangi kemacetan atau meningkatkan kualitas pendidikan," katanya.

Dari keluhan orang tua, murid dan guru yang masuk ke Komas PA, Ka Seto panggilan akrabnya mengkhawatirkan semakin berkurangnya waktu komunikasi anak dan orang tua. Pasalnya, sibuk mempersiapkan diri dengan urusannya masing-masing.

"Karena berangkat terburu-buru anak tidak sempat sarapan pagi. Waktu orang tua semakin sempit mempersiapkan kebutuhan anak, terlebih jika bangun kesiangan," papar Seto.

Begitu juga dengan guru, tidak punya waktu banyak untuk mengurus anak-anaknya karena harus berangkat lebih awal, apalagi bila jarak rumah dengan sekolah cukup jauh."Guru jadi kehilangan waktu komunikasi dengan keluarganya," imbuhnya. (ram)

Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat http://m.okezone.com
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad 
Share
o1 o2
o1 o2

0 komentar




o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

  • Sabtu, 04 Juli 2009 11:09 wib

    Cucu Tega Habisi Kakeknya di Bekasi

  • Sabtu, 04 Juli 2009 09:54 wib

    Dipukuli di Mesir, 4 Mahasiswa Ditanya Soal Al-Qaeda

  • Sabtu, 04 Juli 2009 09:43 wib

    Berikut Kronologis Penyiksaan 4 Mahasiswa di Mesir

  • Sabtu, 04 Juli 2009 09:01 wib

    Pagi Ini Ujang "Facebook" Dipanggil Polresta Bogor

  • Sabtu, 04 Juli 2009 08:27 wib

    15 Mayat dalam 1 Lubang Pindahan dari TPU Lain

  • o3 o4