Foto: AFP/Yahoonews.com
JAKARTA - Mabes Polri masih memantau aktivitas pelatihan relawan yang akan dikirim ke Palestina. Kepolisian juga mengimbau kepada seluruh pihak yang bersimpati terhadap kasus agresi Israel di Jalur Gaza agar dapat menyikapinya dengan baik.
"Pemerintah dalam hal ini juga Menteri Agama pada dasarnya telah memberikan imbauan sebaiknya kita melihat kondisi Jalur Gaza yang telah memakan korban banyak. Sebagai masyarakat dunia kita harus prihatin dan menyesalkan agresi yang dahsyat," kata Wakadivhumas Mabes Polri Sulistyo Isak saat dihubungi okezone, Rabu (7/1/2009).
Namun keprihatinan itu sebagai sesama masyarakat khususnya umat Islam ini disikapi dengan pemberian bantuan dalam bentuk hal-hal yang mendesak. Bantuan yang sangat dibutuhkan saat ini oleh warga Palestina yaitu dana dan petugas medis.
"Untuk simpati dukungan dalam bentuk pengiriman personil yang diawali dengan pelatihan-pelatihan sebaiknya kita lihat dulu. Kita harus memerhatikan apa yang menjadi imbauan pemerintah terkait bantuan yang dibutuhkan," ujar Sulistyo.
Dia menjelaskan menyikapi adanya latihan dalam bentuk fisik sebagai persiapan untuk berangkat ke Jalur Gaza, Mabes Polri akan melihat apakah latihan fisik tersebut akan membawa dampak terhadap yang bersangkutan dan pihak lain. Apakah latihan yang dilakukan oleh mereka akan mencederai, tentunya akan dipantau?
Sulistyo juga mengatakan saat ini Mabes Polri belum akan menambah aparatnya di perbatasan-perbatasan terkait adanya rencana sejumlah orang yang akan mennyusup ke luar menuju Jalur Gaza.
"Untuk hal itu ada prosedur yang harus diikuti. Kalau sekiranya kita akan memasuki negara lain pasti ada aturannya. Mabes Polri dalam hal ini dalam rangka penegakan hukum. Untuk itu ada institusi yang berwenang seperti imigrasi, juga institusi-institusi lainnya yang terkait," papar Sulistyo.
Namun demikian di akhir perbincangannya, Sulistyo mengatakan sebagai bangsa harus menyikapi agresi Israel secara manusiawi dengan memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan oleh warga Palestina.
Seperti diberitakan sebelumnya di sela kegiatan tabligh akbar, 500 anggota Front Pembela Islam (FPI) DPW Kabupaten Bandung mengikuti simulasi dan latihan antisipasi perang di halaman Masjid Kampung Mekarhayu, Desa Cilame, Ngamprah, Bandung Barat. Aktivitas yang ini, terkait rencana pengiriman relawan FPI untuk membantu penderitaan rakyat Palestina akibat agresi militer zionis Israel.(ram) (mbs)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad