BANDA ACEH - Sebanyak 193 warga Myanmar dan Bangladesh yang terdampar di pulau Weh Sabang Nanggroe Aceh Darussalam masih dalam kodisi trauma. Mereka telah lebih dari satu minggu terombang ambing di laut dan rencananya menuju Malaysia.
"Kami masih sulit berkomunikasi dengan mereka, bahasa Inggrisnya saja yes no yes no, ada yang bilang kalau mereka ini mau mengungsi ke Malaysia," kata Komandan Pangkalann Angkatan Laut (Danlanal) Sabang, Yanuar Handwiyono yang dihubungi di Banda aceh, Rabu ( 7/12/2009 ).
Menurut dia 70 orang dari 193 warga Myanmar yang terdampar masih dirawat di Rumah Sakit Umum Sabang dan Rumah Sakit TNI AL Sabang. Sisanya yang tidak membutuhkan perawatan diamankan di pangkalan TNI AL Sabang.
Menurut informasi warga Myanmar dan Bangladesh yang terdampar di Sabang ini adalah pengungsi yang menghindari konflik di negara mereka. Pihak pemerintah setempat masih terus berupaya melakukan kordinasi baik dengan pihak imigrasi maupun dengan Departemen Luar Negeri dan lembaga urusan pengungsi (UNHCR).
"Kami masih terus mengontak pihak Deplu maupun UNHCR agar mereka segera dapat ditangani. Untuk biaya perawatan sementara akan kami tanggung dan telah," kata wakil Wali Kota Sabang Islamuddin. Â
(fit)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad