Rabu, 20 Mei 2009 13:02 wib

Potret Buruk Alutsista

Nurfajri Budi Nugroho
Dengan anggaran yang serbaterbatas, saat ini TNI dipaksa untuk memelihara mesin-mesin perang yang sudah tua, yang semestinya sudah harus dimuseumkan.
  • baby » 0 Tanggapan
    mungkin ini nasib para prajurit kebanggan kita.. tapi dimana hati para wakil rakyat yang terpilih..mereka meminta gaji yg besar atas nama besarnya tnggung jawab yang mereka tanggung, tapi saat terjadi kecelakaan seperti ini siapa yg bertanggung jawab?? presiden mengatakan bahwa anggaran tdak dipanggkas..tapi kenyataannya berkata lain..sebenarny ada apa ini?? para prajurit kebanggaan kita harus jadi tumbal dari kelalaian yg dilakukan oleh para petinggi.. mereka bersemboyang " rela mati demi negara" tapi pada kenyataannya mereka "MATI KONYOL".... berapa banyak air mata dari istri,anak dan keluarga para prajurit?? mereka dipaksa harus menerima knyataan bahwa mereka harus kehilangan orng yg mereka cintai karena kelalaian.. ternyata banyak para prajurit AU yg berkeluh kesah bahwa alat2 mereka sangat tidak layak pakai..aggap saja seperti motor yang penunjuk kilometernya tidak bergerak lagi..begitulah kondisi pesawat yg mereka bawa.. dengan harap2 cemas mereka tetap bertugas..tapi mereka tidak bisa berontak..mereka hnya bisa pasrah..begitu besar hati prajurit... seharusnya presiden melakukan gebrakan besar dalam tubuh TNI..minimal lakukan inspeksi mendadak..aku ykin pasti akan dapat kesalahan2 yg selama ini tersembunyi.. ini menjadi cermin bagi bangsa kita..pantas saja ligitan jatuh ke tangan malaysia..ternyata kita tidak mampu menjaga keamanan negara.. mengapa anggaran untuk perawatan alutsista di pangkas???padahal negara kita sangat kaya..semua penduduk wajib bayar pajak,,apa masih kurang?? tidak perlu memangkas dari anggaran lain..hilangkan saja tunjangan para pejabat atau petinggi2 negara..dan sita semua harta para koruptor..pasti anggaran kita sangat lebih... kami keluarga para prajurit meminta perhatian khusus dari pemerintah..tolong lihat kesejahteraan kami..kami tidak minta naik gaji ataw uang yg lebih..tapi perbaiki kesalahn ini..karna kami tidak rela kehilangan prajurit kebanggaan kami dengan cara KONYOL seperti ini.. semoga jeritan hati kami para istri anak dankeluarga prajurit didengar oleh semuanya..oleh rakyat indonesia..dan oleh pemerintah.... amiiiinnnn...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • vikhi wakhidul munir » 0 Tanggapan
    Saya cuma bisa berduka atas kondisi kita saat ini. Semoga kita semua semakin giat untuk bekerja lebih keras lagi sehingga perekonomian segera baik dan anggaran untuk hal2 semacam ini menjadi besar.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • JST » 0 Tanggapan
    Ini akibat perawatan dilakukan tidak sesuai dengan standar nternasional. Penyediaan suku cadang sering dilakukan oleh 'perusahaan kecil' yang tidak kompeten. Korupsi membahayakan nyawa awak pesawat. Jangan lupa juga kalau menginginkan anggaran militer diperbesar, harus ada anggaran lain yang dipotong. Apa anggaran gaji pegawai negeri yang dipotong? Atau anggaran pendidikan misalnya? Atau anggaran cadangan untuk menghadapi bencana alam? Pertanyaan selanjutnya, apakah masyarakat mau sektor-sektor tersebut dipotong? Cara lain jumlah Angkatan Darat diperkecil, sehingga anggaran AU dan AL dapat diperbesar. Namun penggangguran membesar karena AD menyerap lebih banyak tenaga kerja.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.