Seringnya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) menjadi korban kekerasan di Malaysia, Deperteman Tenaga Kerja dan Transmigrasi akan menghentikan pengiriman TKI ke Negeri Jiran tersebut. Hal itu akan dibicarakan pihak Indonesia dan Malaysia dalam Working Group pada 15 Juli 2009 mendatang di Jakarta.
Bener!, harus segera dihentikan.. selama pemerintah Indonesia belum bisa atau mampu untuk memberikan perlindungan yang sebenarnya untuk TKI maka untuk sementara waktu harus ditunda dulu.
saya sendiri jadi TKI selama 2 tahun di malaysia... selama masa itu banyak sekali masalah menghantam. dari masalah rasial, pelecehan sampai kebingungan kami kemana harus mengadu untuk masalah2 yg kami hadapi. pada akhirnya.. seperti biasa, yang legal menjadi illegal... I mean: dulunya saya legal. tapi karena menjadi legal itu penuh tekanan makan Illegal adalah pilihan yang lebih baik...
cara trbaik adlah.pemerintah hrus mmbuka bnyak pluang krja dlam negri karena tki kita smpai kerja ke luar negri sebab bnyakny pengangguran di negra kta ini.
"...tinjau kembali" keburu sial tu para TKI....telat kang...janganlah lelet kalo kerja...mending putus hubungan sementara dgn malaysia, sampai hukum di malaysia sudah layak untuk bisa saling menghormati sesama manusia.
MEMAg seharusnya pemerintah lebih fokus kepada TKI kita,
tetapi mengapa saat ini masih belum ada upaya yang pasti dari pemerintah,harusnya pemerintah bersikap tegas,
mereka juga manusia memiliki MAH,
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
Aturan Main:
Seluruh layanan yang diberikan mengikuti aturan main yang berlaku dan ditetapkan oleh Okezone.com.
Pasal Sanggahan (Disclaimer):
Okezone tidak bertanggung-jawab atas tidak tersampaikannya data/informasi yang disampaikan oleh pembaca melalui berbagai jenis saluran komunikasi (e-mail, sms, online form) karena faktor kesalahan teknis yang tidak diduga-duga sebelumnya
Okezone berhak untuk memuat, tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.
Data dan/atau informasi yang tersedia di okezone hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun transaksi lainnya. Walau berbagai upaya telah dilakukan untuk menampilkan data dan/atau informasi seakurat mungkin, Okezone dan semua mitra yang menyediakan data dan informasi, termasuk para pengelola halaman konsultasi, tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan.
Bagi Anda yang mengirimkan komentar pembaca, surat pembaca, dan artikel atau tulisan lainnya, foto dan video, tunduk pada aturan Okezone.com, di antaranya tulisan tidak SARA, tidak merupakan informasi/berita bohong, tidak beritikad buruk, tidak provokatif, dan tidak melanggar ketentuan etika dan hukum yang berlaku. Jika ditemukan pelanggaran atas hal-hal di atas, maka Okezone.com berhak untuk mengedit atau menghapus keseluruhan materi artikel/berita/informasi/surat pembaca/komentar/foto dan video yang dimaksud.