Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Soedibyo menegaskan, keputusan kelulusan Ujian Nasional (UN) bagi semua siswa bersifat mutlak dan tidak dapat ditawar.
Siapapun yang menjabat sebagai menteri pendidikan sekarang harus mengundurkan diri, UN tidak bisa diterapkan di Indonesia dan jangan dipaksakan, seorang anak SD setelah sekolah 6 tahun HARUS LULUS, biarlah SMP yang akan melakukan TES MASUK bagi anak SD yang ingin melanjutkan ke SMP, begitu juga bagi siswa SMP yang sudah menempuh pendidikan selama 3 tahun juga HARUS LULUS, biarlah SMA yang melakukan TES MASUK bagi siswa SMP yang ingin melanjutkan ke SMA. Tidak perlu ada sekolah 2 tahun atau sekolah percepatan, karena sekolah adalah lembaga pendidikan yang mendidik tidak hanya ilmu tapi moral/agama, sekolah bukan tempat kursus.
Gimana gak penting..., wong bisa menjagal cita2 anak. Kalu jd menteri jdlah menteri yg bijak pak, menteri yg mau dengerin keluhan siswa dan guru. jgn jd menteri yg angkuh....
Pak... pakai logika doooooooooooong
1. Tidak ada sekolah yang tidak meluluskan aspek kelulusan yang berasal dari sekolah, PASTI LULUS. Wong saya pernah tidak memberi nilai aja, dipksa memberi nilai.
2. Kalau ada sekolah ga meluluskan aspek dari seklah, dikatakan "kejam".
3. Nah tinggal tunggu UAN khan? Lihat kebawah... jadi menteri jangan hanya duduk di atas meja aja sambil baca buku yg terlalu teoritis. HAPUS UAN!
tuuul setuju
kalo menurut bapak gak penting ya dihapuskan. gampang banget bapak menteri ni ngomong mau diapakan. emg akhlak bisa dinilai dengan angka? ngaca dong
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
Aturan Main:
Seluruh layanan yang diberikan mengikuti aturan main yang berlaku dan ditetapkan oleh Okezone.com.
Pasal Sanggahan (Disclaimer):
Okezone tidak bertanggung-jawab atas tidak tersampaikannya data/informasi yang disampaikan oleh pembaca melalui berbagai jenis saluran komunikasi (e-mail, sms, online form) karena faktor kesalahan teknis yang tidak diduga-duga sebelumnya
Okezone berhak untuk memuat, tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.
Data dan/atau informasi yang tersedia di okezone hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun transaksi lainnya. Walau berbagai upaya telah dilakukan untuk menampilkan data dan/atau informasi seakurat mungkin, Okezone dan semua mitra yang menyediakan data dan informasi, termasuk para pengelola halaman konsultasi, tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan.
Bagi Anda yang mengirimkan komentar pembaca, surat pembaca, dan artikel atau tulisan lainnya, foto dan video, tunduk pada aturan Okezone.com, di antaranya tulisan tidak SARA, tidak merupakan informasi/berita bohong, tidak beritikad buruk, tidak provokatif, dan tidak melanggar ketentuan etika dan hukum yang berlaku. Jika ditemukan pelanggaran atas hal-hal di atas, maka Okezone.com berhak untuk mengedit atau menghapus keseluruhan materi artikel/berita/informasi/surat pembaca/komentar/foto dan video yang dimaksud.