Ketua Umum dan Sekertaris Jenderal Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dipecat dari jabatannya. Pemecatan terhadap Rahman Toha dan Fikri Aziz itu diduga karena menolak capres-cawapres neoliberal.
Astagfirullah. Hendaknya kita berpikir jernih, menanggapi hal ini, adalah hal yang wajar ketika mahasiswa memiliki visi yang sama dengan calon yang anti BHP. Semoga Allah Swt. selalu memberikan hidayah pada kita semua. Amin
Kejadian ini menunjukkan dengan jelas, kurang jernihnya pemahaman politik Islam pada kader2 KAMMI dan PKS. Saya miris dengan penyebutan diri sebagai partai dakwah dan mahasiswa Islma, namun langkah politiknya tidak Islami. Kalau mau disebut Partai Dakwah dan Mahasiswa Islam, suarakanlah seruan2 Allah agar Indonesia secepatnya berhukum hanya kepada hukum Allah dan jangan dukung capres yang tidak mempunyai visi ilahiyah ini. Mendukung siapapun dari 3 cawapres, berarti mendukung sekularisasi Indonesia, karena tak satupun dari ke 3 nya yang mau mengangkat visi untuk kembali berhukum kepada hukum Allah, seperti yang telah dicontohkan Rasulullah dlm membangun 'Negara Moderen Madinah'. Ingat, Allah berfirman: wa man lam yahkum bima anzalallah faulaika humul fasiqun. Wahai sudaraku para pengemban da'wah, kembalilah ke jalan perjuangan da'wah rasulullah tanpa harus bersekutu dengan partai2 sekular dan mencampur adukkan antara yang haq dan yang bathil. Semoga Allah bukakan hati kita untuk menerima kebenaran dari-Nya....amien.
Dari saudaramu yang selalu mencintai kalian semua....
Wassalamu alaikum
Jati
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
Aturan Main:
Seluruh layanan yang diberikan mengikuti aturan main yang berlaku dan ditetapkan oleh Okezone.com.
Pasal Sanggahan (Disclaimer):
Okezone tidak bertanggung-jawab atas tidak tersampaikannya data/informasi yang disampaikan oleh pembaca melalui berbagai jenis saluran komunikasi (e-mail, sms, online form) karena faktor kesalahan teknis yang tidak diduga-duga sebelumnya
Okezone berhak untuk memuat, tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.
Data dan/atau informasi yang tersedia di okezone hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun transaksi lainnya. Walau berbagai upaya telah dilakukan untuk menampilkan data dan/atau informasi seakurat mungkin, Okezone dan semua mitra yang menyediakan data dan informasi, termasuk para pengelola halaman konsultasi, tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan.
Bagi Anda yang mengirimkan komentar pembaca, surat pembaca, dan artikel atau tulisan lainnya, foto dan video, tunduk pada aturan Okezone.com, di antaranya tulisan tidak SARA, tidak merupakan informasi/berita bohong, tidak beritikad buruk, tidak provokatif, dan tidak melanggar ketentuan etika dan hukum yang berlaku. Jika ditemukan pelanggaran atas hal-hal di atas, maka Okezone.com berhak untuk mengedit atau menghapus keseluruhan materi artikel/berita/informasi/surat pembaca/komentar/foto dan video yang dimaksud.