NEWS » Opini

Rabu, 24 Juni 2009 09:47 wib

Krisis dalam Demokrasi Iran: Biasa atau Luar Biasa?

Aneh tapi nyata, rakyat Iran sekarang sangat peka dengan demokrasi. Bagi mereka yang hidup semasa Ayatollah Rohullah Khomeini 20 tahunan lalu, demonstrasi yang marak saat ini adalah suatu kemustahilan.
  • alex » 0 Tanggapan
    dalam pengamatan saya melalui bahan bacaan dan juga pengalaman saya selama di Iran. sy melihat kejadian seperti ini merupakan hal yang lumrah seperti di kebanyakan negara.Kandidat presiden mir Mousavi yang kalah pemilu juga sesungguhnya merupakan orang yang dilahirkan dari rahim revolusi islam sehingga sangat berlebihan apabila dituduh sebagai agen pro barat. perbedaan diantara dua kandidat ini sebenarnya lebih berkisar pada pandangan ekonomi, dan juga khususnya adlah kebijakan Ahmadinejad yang tidak populer, ia lebih mementingkan pembangunan di daerah daerah tertinggal dan pemberdayaan kaum miskin ketimbang mengikuti arus persaingan pasar bebas.sehingga kalau dilihat dari hasil sementara memang tidak aneh jika iran dalam keadaan inflasi. namun berita pemilu iran ini justru diberitakan oleh media barat dgn memblow ideologi revolusi iran yg justru sudah merupakan harga mati bagi rakyat iran.sebagaimana di indonesia pancasila adalah harga mati bagi semua kandidata pemilu, siapapun presiden indonesia dia hrs berideologi pancasila, hal sebaliknya terjadi di iran.konstitusi ideologi islam yang diputuskan dalam referendum oleh pemimpin revolusi ayatollah Khomeini sudah satu kepastian bagi rakyat iran yang tak bisa ditawar tawar lagi. Pihak barat yang merasa keberatan dengan ideologi iran justru malah mengusik usik ideologi iran, sangat wajar jika barat keberatan krn mereka tdk dapat lagi menggerus minyak bumi iran, pihak barat+ kaum kapitalis juga memotori berbagai demonstrasi yg marak belakangan ini diantara mengipasi mahasiswa iran yg pro kepada tirani Syah Reza Pahlevi bahkan sampai membawa bendera iran pra revolusi.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • zulfi » 0 Tanggapan
    ada beberapa premis yang salah sehingga akan menghasilkan konklusi yang salah juga... sejak awal, zera khomeini, sudah dijalankan referandum sebagai proses demokrasi, seperti pembentukan negara Islam di Iran adalah hasil dari referandum, yaitu ketetapan penegakan iran sebagai negara islam ditetapkan oleh rakyat..dan proses demokrasi ini tidak pernah ada dimanapun... peru dikatahui, bahwa sebelum penghitungan suarapun, musavi sudah mengelar temu press dan mengklaim dia menang...danhasil berlawanan dengan kkaim dia... semua dakwaan kelompok reformis musavi, telah ditepis oleh ahmadinejad dalam dialog terbuka TV, dan musavi tidak dapat mempertahankan pendapat reformasinya, sehingga dia kelabakan danmengakui tidak dapat menjawab sangkalan ahmadi nejad yang memiliki data resmi dari central bank iran... perlu dingat..dalam dialog terbuka itu juga dikatakan oleh ahmadinejad bahwa krisis ekonomi yang ada adalah warisan dari kepresidenan yang sebelumnya dan pada masa kepresidenan dia -ahmadi- telah berhasil mengurangi krisis tersebut (lihat tulisan opini diatas)... perlu disadari juga, refomis yang dinyatakan lebih dari setengah rakyat iran itu terlampau dibesarkan...paling tidak dapat dilihat dari hasil pemilu...dan juga kelompok muda di iranpun tidak akanmencapai jumlah itu...lebih lagi bahwa kelompok muda yang mengikuti basij (melitia, pro konservatif) melebihi jumlah pemuda pro refomis...jadi kliam ini sama sekali tidak beralasan... musavi telah menggunakan data palsu dalam dialognya dan itu telah dibuktikan dalam dialog tersebut dan musavi tidak dapat menolaknya..juga memberikan data dengan menyembunyikan sumber resminya...untuk ini maka kubu reformis jatuh pamornya di iran...dalam masa pemilu pasca dialog banyak pusat team sukses reformis langsung tutup karena melihat kenyataan bahwa ternyataa refomeis hanya membawa klaim dan tutuhan dan tidak dapat memberikan bukti nyata yang resmi...jadi hanya slogan... jadi apa yang ada dilapangan jauh dari apa yang di bawa oleh media massa...apa lagi kalau hasilnya di lihat dari cnn dan bbc...
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.