Perwakilan Pemerintah Malaysia untuk Indonesia menegaskan pihaknya tidak pernah mengklaim Tari Pendet menjadi bagian dari budayanya. Yang terjadi selama ini hanya salah paham semata.
e..dah la korang datang negara orang,,buat la care pendatang..nak ngutuk2...org yang x berilmu jek nak istihar perang..dalam islam pon x pnah ajar perang sbgai penyelasaian masalah..hidup kalo nak maju jangan cari kesalahan orang lain lah..pikir gune otak,,bkan gune hati..nafsu..akal ada..majukan lah negara korang tu kalo korang x bgantung harap sangat..bawak balik smue orang2 ko..ktrg datang sane nak tuntut ilmu..korang datang sini nak wat musuh..macam ni ke nak balas jasa?pikir la wahai warga yang berilmu pgtahuan sekalian..jgan nak kluarkan kate2 kesat sbb tu bkan budaya orang asia la..aslmkm
Apa itu TARIAN PENDET? Kami warga Malaysia tidak tahu dan tidak ambil peduli apa itu tarian pendet. Jangan pendek akal...lebih baik kamu semua menari tarian pendet daripada teriak ; perang...perang...perang!
aku harus kasih komentar apalagi ya, semua sumpah serapah, cacimaki, kutukan dan juga ada yang sopan sudah diancamkan kepada malaisia.
apa malaisia sedang menguji KECERDASAN bangsa indonesia? tentu saja mereka tidak punya hak untuk campuri urusan bangsa indonesia tanpa kita mengundangnya
oh ya bangsa kita bangsa yang cerdas sejak dulu sebelum malaisia lahir
apa mereka tidak lihat borobudur, dan prambanan? saya berani bertaruh nyawa bangsa mana di semua dunia yang sanggup menandingi keduanya aku menantangnya ..............
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
Aturan Main:
Seluruh layanan yang diberikan mengikuti aturan main yang berlaku dan ditetapkan oleh Okezone.com.
Pasal Sanggahan (Disclaimer):
Okezone tidak bertanggung-jawab atas tidak tersampaikannya data/informasi yang disampaikan oleh pembaca melalui berbagai jenis saluran komunikasi (e-mail, sms, online form) karena faktor kesalahan teknis yang tidak diduga-duga sebelumnya
Okezone berhak untuk memuat, tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.
Data dan/atau informasi yang tersedia di okezone hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun transaksi lainnya. Walau berbagai upaya telah dilakukan untuk menampilkan data dan/atau informasi seakurat mungkin, Okezone dan semua mitra yang menyediakan data dan informasi, termasuk para pengelola halaman konsultasi, tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan.
Bagi Anda yang mengirimkan komentar pembaca, surat pembaca, dan artikel atau tulisan lainnya, foto dan video, tunduk pada aturan Okezone.com, di antaranya tulisan tidak SARA, tidak merupakan informasi/berita bohong, tidak beritikad buruk, tidak provokatif, dan tidak melanggar ketentuan etika dan hukum yang berlaku. Jika ditemukan pelanggaran atas hal-hal di atas, maka Okezone.com berhak untuk mengedit atau menghapus keseluruhan materi artikel/berita/informasi/surat pembaca/komentar/foto dan video yang dimaksud.