Indonesia telah berkali-kali ditelikung oleh Malaysia. Setelah reog Ponorogo, batik, dan lagu "Rasa Sayange", kini giliran tari pendet asal Bali yang diklaim sebagai kekayaan budaya Malaysia.
yup...
harus nya dari dulu pak..
tapi no problemo..
kami mendukung usaha bapak2 sekalian..
terlambat itu memang tidak baik, tapi lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali..
YA IYALAH HRS D PATENIN EMANG KEMANA Z C INDONESIA SLMA 64 THN MERDEKA MSA MPE SKRG MEMPATENKAN BUDAYA NDIRI Z KO KYK'Y SUSAH BGT GTU,KLU DHA KYK GNI MO GMN CBA..??
jalan satu2nya ya patenin semua tuh kebudayaan kt byar gak dicolong mulu ma malingsia eh salah malaysia tapi klo di pikir2 gimn mo gak diambil...pemerintah mah bsnya cm ngomong doank n protes doank... tapi sampe sekarang mana...?
gak ada realisasi nya
tonk kosong nyasring bunyinnya....n kyanya gak hany tari pendet deh tapi bunga raflesia bengkulu n wayang jg di klaim kan susah maling2x
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
Aturan Main:
Seluruh layanan yang diberikan mengikuti aturan main yang berlaku dan ditetapkan oleh Okezone.com.
Pasal Sanggahan (Disclaimer):
Okezone tidak bertanggung-jawab atas tidak tersampaikannya data/informasi yang disampaikan oleh pembaca melalui berbagai jenis saluran komunikasi (e-mail, sms, online form) karena faktor kesalahan teknis yang tidak diduga-duga sebelumnya
Okezone berhak untuk memuat, tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.
Data dan/atau informasi yang tersedia di okezone hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun transaksi lainnya. Walau berbagai upaya telah dilakukan untuk menampilkan data dan/atau informasi seakurat mungkin, Okezone dan semua mitra yang menyediakan data dan informasi, termasuk para pengelola halaman konsultasi, tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan.
Bagi Anda yang mengirimkan komentar pembaca, surat pembaca, dan artikel atau tulisan lainnya, foto dan video, tunduk pada aturan Okezone.com, di antaranya tulisan tidak SARA, tidak merupakan informasi/berita bohong, tidak beritikad buruk, tidak provokatif, dan tidak melanggar ketentuan etika dan hukum yang berlaku. Jika ditemukan pelanggaran atas hal-hal di atas, maka Okezone.com berhak untuk mengedit atau menghapus keseluruhan materi artikel/berita/informasi/surat pembaca/komentar/foto dan video yang dimaksud.