Sekretariat Negara masih menelusuri kebenaran informasi yang menyebutkan teks asli Supersemar dimiliki oleh mantan pegawainya yang telah meninggal dunia. Pegawai tersebut bernama Darwoto.
saya pribadi minta dengan sangat kepada pak darwoto atau para ahli warisnya, bila benar ada ditangan bapa/keluarga bapak, ini masala sejarah bangsa, tolong diserahkan. Tidak ada negara yang sejarahnya putus mata rantainya. Bila itu terjadi di indonesia, merupkan hal yang sangat buruk.
NASKAH ASLI SUPERSEMAR DITEMUKAN ?
Oleh Dasman Djamaluddin
?Presiden Punya Informasi tentang Naskah Asli Supersemar,? itulah salah satu lead berita yang saya baca.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono katanya memiliki informasi tentang keberadaan naskah asli Surat perintah 11 Maret yang ditandatangani Presiden Soekarno pada 11 Maret 1966. Bahkan Presiden sudah meminta Arsip Nasional menindaklanjuti benar atau tidaknya informasi tersebut.
Sejauh ini generasi muda bangsa masih mendambakan ditemukannya surat asli tersebut.Sejak 11 Maret 1966, naskah asli Supersemar hilang. Di tengah-tengah masyarakat sudah beredar berbagai versi Supersemar. Sudah tentu yang beredar itu naskah palsu, karena yang asli belum ditemukan. Membingungkan, karena naskah aslinya tidak juga ditemukan. Untunglah pencarian naskah asli Supersemar tetap dilaksanakan. Buktinya Presiden RI sekarang punya informasi tentang itu.
Diakui bahwa sudah muncul rasa ?bosan?, jika seseorang mendengar naskah asli Supersemar. Apa betul naskahnya bisa diperoleh ? Sebagai contoh, kebosanan itu telah merasuki pola berpikir para intelektual kita dalam Seminar Nasional dan Diskusi Interaktif ?Implikasi Wafatnya Soeharto terhadap Kebenaran Sejarah Supersemar,? pada Selasa, 25 Maret 2008 di Fakultas Hukum Universitas YARSI, Jakarta.
Selain saya sebagai pembicara (Penulis Buku:?Jenderal TNI Anumerta Basoeki Rachmat dan Supersemar?/Direktur Eksekutif Lembaga Pengkajian Sejarah Supersemar/LPSS), hadir pula Dr.Anhar Gonggong (Sejarawan), Atmadji Sumarkidjo (Penulis buku:?Jenderal M.Jusuf Panglima para Prajurit?) dan Abdul Kadir Besar (Sekretaris Umum MPRS 1966). Terlihat sangat jelas ada ?kebosanan? berbicara tentang naskah asli Supersemar. Bahkan Anhar Gonggong dan Atmadji Sumarkidjo mengatakan, naskah asli adalah bagian masa lalu, oleh karena itu naskah asli Supersemar tidak perlu dicari). Tetapi saya di dalam makalah :?Supersemar, Sumber Sejarah yang Hilang,? tetap bertahan bahwa naskah asli Supersemar harus ditemukan, demi generasi pewaris bangsa ini ( makalah lengkap ada di http://dasmandj.blogspot.com).
Dokumen negara sepenting itu, harus segera berada di tangan negara, harus jelas maksud dan tujuan Bpk Darwoto menyimpan arsip negara itu.
Mudah2an ahli waris pak Darwoto masih menyimpannya dengan baik, mengingat usia dokumen tersebut.
Hal ini juga akan memperjelas sejarah bangsa atas keraguan beberapa pihak mengenai legalitas Jend.Suharto mengambil kekuasaan negara dari Bung Karno sebelum beliau diangkat oleh MPR.RI menjadi Presiden RI. Mengingat semua saksi kunci Supersemar telah wafat.Mudah2an Jend.Suharto menjalankan amanat sebagaimana Supersemar agar tidak terjadi amarah rakyat karena merasa dibohongi.
semua menunggu dengan manis. kaya apa masa lalu dari bangsa kita.
bagaimana perjalanan sejarahnya, apa bisa kita menemukannya atau tetap terkubur untuk selamanya
dan kita akan menjadi bangsa tanpa jiwa atau jiwa tanpa bangsa, karena ta punya sejarah yang bisa kita ingat dan kita cintai?
semua menunggu dengan manis. kaya apa masa lalu dari bangsa kita.
bagaimana perjalanan sejarahnya, apa bisa kita menemukannya atau tetap terkubur untuk selamanya
dan kita akan menjadi bangsa tanpa jiwa atau jiwa tanpa bangsa, karena ta punya sejarah yang bisa kita ingat dan kita cintai?
Penemuan Supersemar yang asli adalah mutlak dilakukan oleh negara
sehingga kebenaran sejarah itu dapat terkuak. JASMERAH!
Pemerintah dan utamanya Angkatan Darat seyogyanya mempelopori pelurusan sejarah sepahit apapun adanya.
Gajah Mada mengatakan : "Katakanlah yang sebenarnya dan katakanlah salah yang sebenarnya". Kontroversi adanya coup d' tat terseleubung hanya akan menambah bingung generasi mendatang karena rujukan resmi dari Pemerintah tak pernah kunjung datang. Maka bila benar Supersemar tersebut asli maka tak boleh ditutup - tutupi.
Ajaran Soekarno yang tertuang dalam Supersemar tersebut hendaknya dikaji dan dihayati utamanaya PANCASILA, TRISAKTI & JASMERAH.
Dengan demikian kita akan menjadi "SEMAR SUPER"!
Selamat!
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
Aturan Main:
Seluruh layanan yang diberikan mengikuti aturan main yang berlaku dan ditetapkan oleh Okezone.com.
Pasal Sanggahan (Disclaimer):
Okezone tidak bertanggung-jawab atas tidak tersampaikannya data/informasi yang disampaikan oleh pembaca melalui berbagai jenis saluran komunikasi (e-mail, sms, online form) karena faktor kesalahan teknis yang tidak diduga-duga sebelumnya
Okezone berhak untuk memuat, tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.
Data dan/atau informasi yang tersedia di okezone hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun transaksi lainnya. Walau berbagai upaya telah dilakukan untuk menampilkan data dan/atau informasi seakurat mungkin, Okezone dan semua mitra yang menyediakan data dan informasi, termasuk para pengelola halaman konsultasi, tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan.
Bagi Anda yang mengirimkan komentar pembaca, surat pembaca, dan artikel atau tulisan lainnya, foto dan video, tunduk pada aturan Okezone.com, di antaranya tulisan tidak SARA, tidak merupakan informasi/berita bohong, tidak beritikad buruk, tidak provokatif, dan tidak melanggar ketentuan etika dan hukum yang berlaku. Jika ditemukan pelanggaran atas hal-hal di atas, maka Okezone.com berhak untuk mengedit atau menghapus keseluruhan materi artikel/berita/informasi/surat pembaca/komentar/foto dan video yang dimaksud.