Lalu lintas di Ibu Kota Jakarta yang kerap macet menjadi hal biasa. Jika dibiarkan, dikhawatirkan pada 2014 mendatang kemacetan ini akan lebih parah dan bahkan menjadi stagnasi atau lalu lintas sama sekali tak bergerak.
SALAH SATU UNTUK MENGATASI KEMACETAN JAKARTA ADALAH MEMINDAHKAN INDUSTRI BESAR YANG ADA DI JAKARTA KE SEMUA CALON IBUKOTA YANG DI RENCANAKAN OLEH BAPENAS TAHUN 2010.
ahh lagi lagi pemprov yang disalahin. ya memang benar jalanan harus terus dibangun ,entah itu jalan underpass atau flyover.paling paling alasan pemerintah tidak punya dana. alasan paling simpel, padahal dana sekian trilliun banyak yang terus dikorupsi, pemerintah kita malas mikir kayak kodok... kalau korupsi paling pinter. jakarta ini benar benar kota terkutukkk
solusi dari pada kemacetan adalah membatasi mobil yg tahun keluarannya sudah terlalu lama sebaiknya tidak beroperasi lagi di jalanan seperti di Bali sudah diterapkan sistem seperti itu jadi mobil yg masuk ke wilayah Bali hanya boleh mobil keluaran tahun 2000 keatas.....
Saya setuju dgn monorail, krl dan subway, dia berada di atas jalan yang ada, jadi tidak mengurangi jalan yg sekarang.
Tentang ATPM, jangan juga di tekan, karena dia memberi makan ribuan orang bahkan efeknya bisa jutaan orang.
Jadi buat jalan atau mrt di atas jalan bukan jalan yg ada dipersempit. terima kasih
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
Aturan Main:
Seluruh layanan yang diberikan mengikuti aturan main yang berlaku dan ditetapkan oleh Okezone.com.
Pasal Sanggahan (Disclaimer):
Okezone tidak bertanggung-jawab atas tidak tersampaikannya data/informasi yang disampaikan oleh pembaca melalui berbagai jenis saluran komunikasi (e-mail, sms, online form) karena faktor kesalahan teknis yang tidak diduga-duga sebelumnya
Okezone berhak untuk memuat, tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.
Data dan/atau informasi yang tersedia di okezone hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun transaksi lainnya. Walau berbagai upaya telah dilakukan untuk menampilkan data dan/atau informasi seakurat mungkin, Okezone dan semua mitra yang menyediakan data dan informasi, termasuk para pengelola halaman konsultasi, tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan.
Bagi Anda yang mengirimkan komentar pembaca, surat pembaca, dan artikel atau tulisan lainnya, foto dan video, tunduk pada aturan Okezone.com, di antaranya tulisan tidak SARA, tidak merupakan informasi/berita bohong, tidak beritikad buruk, tidak provokatif, dan tidak melanggar ketentuan etika dan hukum yang berlaku. Jika ditemukan pelanggaran atas hal-hal di atas, maka Okezone.com berhak untuk mengedit atau menghapus keseluruhan materi artikel/berita/informasi/surat pembaca/komentar/foto dan video yang dimaksud.