Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi nampak tidak terlalu mempersoalkan kabar diklaimnya masakan khas Tanah Minang, Rendang, oleh Malaysia belum lama ini. Gamawan justru mempersilakan jika Negeri Jiran mengklaim masakan bernama rendang.
gubernur sumbar ,tampaknya orang yang pasif ya, jangankan hanya rendang yang diklaim malaysia,,, penduduknya kelaparan karena kurang tanggap distribusi bantuan gempa aja dia tenang 2 aja. bayangin orang dari seluruh pelosok indonesia bahkan dunia buru2 mengirim sumbangan ,, nah yang disumbang malah disimpan di gudang sampai2 dari nad aceh keliling sendiri bagi2 sumbangan. wah bener2 .....
biarkan saja malingsia mengklaim budaya kita serta menyiksa TKI. ini saatnya kita menggalang dana, untuk membeli rudal. beres kan. gitu aja kok repot. jarak indo sama salingsia berapa kilo sih.
Kepada seluluh masyarakat di Indonesia..
Coba berfikir lebih dewasa..kenapa kita menyalahi Negara Lain kalau mereka mengklem budaya kita..?
Seharusnya kita menyalahi Pemerintahan kita sendiri kenapa tidak mendaftarkan seni budaya dan kuliner kita..setelah di daftarin sama negara lain baru kita ribut..coba mulai dari sekarang apa seni budaya dan kuliner kita dari setiap daerah di daftarin (paling tidak dari setiap daerah di informasikan kepada pemerintah) ini lho budaya kita..Dan pemerintah kita mendaftarinnya..dengan begitu budaya kita tidak akan di ambil negara lain..
@ E,Bandung Asri,Marhotpan,&private: Kalianlah ternyata segelintir rakyat Indonesia yang tolol, tidak berbudaya dan tidak punya malu...karena kebodohan orang2 seperti kalianlah bangsa kita tercoreng sebagai bangsa yang hanya bisa memakai kekerasan tanpa adanya otak dan pengetahuan. Kalian hanya provokator murahan yang dapat menghancurkan bangsa sendiri.
udah2 la bangsa indonesia.. udah diperingatin sama tuhan dengan gempa, masih aja nyari2 masalah dan salah sama orang lain. seharusnya berbaik2 sama jiran tetangga kerna yg paling awal membantu saat indonesia kesusahan ialah negara tetangga. apa sech mw kalian?? klw rendang, di UK sama new york juga punya. knapa g dipermasalahkan?? manknya ada kenyataan resmi dari pemerintah malaysia mengklaim budaya serta kuliner indonesia?? wahai para media , hati2 kalian. jangan sampai kalian ditekan kayak zaman pak harto. gunakan kebebasan berkarya dengan baik, bukannya melaga2kan bangsa sesama tetangga. akhirnya timbul ketidakstabilan politis dalam dan luar negara. Coba fikirkan, gimn caranya membantu masyarakat di sumbar, kumpulkan dana atau dapatkan dari luar, bantu dari segi kesihatan atau materi.. bukannya bikin berita sensasi tolol yang merumitkan lagi keadaan. bangkitlah indonesia, jgn di tololkan sampai media yang sering mencari sensasi untuk keuntungan mereka.. gunakan akal fikiran yang waras dengan wajar, g usah dipengaruhi ma emosi semata.. satu hal ya, kerna tindakan segelintir masyarakat indonesia yang tolol, melaga2kan sesama bangsa, mencetuskan emosi seluruh tanah air, kini, terpamer citra buruk di pentas dunia bahawa seluruh masyarakat indonesia g bisa berdiplomasi dan hanya tau menggunakan kekerasan semata - mata. tolong bersihkan nama bangsa indonesia seluruhnya , wahai segelintir indonesia yang tolol itu..
Malingsialan emang pinter, klaim budaya SumBar mumpung semua yg disono lagi pusing sama gempa...
Gubernurnya juga tdk menunjukkan sikap "memiliki" budaya sendiri, ataw jangan-jangan malahan dia yg udah jualan budaya kesono???
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
Aturan Main:
Seluruh layanan yang diberikan mengikuti aturan main yang berlaku dan ditetapkan oleh Okezone.com.
Pasal Sanggahan (Disclaimer):
Okezone tidak bertanggung-jawab atas tidak tersampaikannya data/informasi yang disampaikan oleh pembaca melalui berbagai jenis saluran komunikasi (e-mail, sms, online form) karena faktor kesalahan teknis yang tidak diduga-duga sebelumnya
Okezone berhak untuk memuat, tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.
Data dan/atau informasi yang tersedia di okezone hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun transaksi lainnya. Walau berbagai upaya telah dilakukan untuk menampilkan data dan/atau informasi seakurat mungkin, Okezone dan semua mitra yang menyediakan data dan informasi, termasuk para pengelola halaman konsultasi, tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan.
Bagi Anda yang mengirimkan komentar pembaca, surat pembaca, dan artikel atau tulisan lainnya, foto dan video, tunduk pada aturan Okezone.com, di antaranya tulisan tidak SARA, tidak merupakan informasi/berita bohong, tidak beritikad buruk, tidak provokatif, dan tidak melanggar ketentuan etika dan hukum yang berlaku. Jika ditemukan pelanggaran atas hal-hal di atas, maka Okezone.com berhak untuk mengedit atau menghapus keseluruhan materi artikel/berita/informasi/surat pembaca/komentar/foto dan video yang dimaksud.