Warga tempat leluhur Syaifudin Zuhri dan M Syahrir, di Desa Sampiran, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon menolak Syaifudin dan Syahrir yang diduga tewas dalam peristiwa penyergapan di Ciputat, Tangerang kemarin siang, dimakamkan di kampung itu.
@heru : ralat dikit mas heru nulisnya Allohu Akbar bukan Allah Huakbar.....ayo tulisanku ini diralat juga kalo kurang benar...ketahuan deh kalo........tau sendirilahh
@heru : ralat dikit mas heru nulisnya Allohu Akbar bukan Allah Huakbar.....ayo tulisanku ini diralat juga kalo kurang benar...ketahuan deh kalo........tau sendirilahh
betapa naifnya mereka, harusnya mereka sadar setiap kita yang meninggal akan kembali ke pangkuan Allah SWT tak peduli dia teroris, perampok, pembunuh, pemerkosa, koruptor, pejabat dll, sadarlah wahai rakyat indonesia. Koruptor lebih jahat dari mereka berdua, koruptor lebih menyengsarakan rakyat, sudah sepatutnya mereka juga dilarang dikubur di tanah indonesia.
apa yg dilakukan warga cirebon sudah benar,warga mana mungkin cari muka. warga ingin daerahnya tidak mau dicap kampung teroris,mereka ingin membuktikan bahwa mereka menolak segala bentuk kejahatan terorisme apalagi pelaku menjelekkan islam! ini juga membuktikan,Allah maha besar & ini merupakan azab Allah yg diberikan kepada mereka bahwa di dunia saja mereka tidak diterima apalagi ketika di hadapan Allah! Allah Huakbar..Allah Huakbar..Allah Huakbar..
Orang sudah mati wajib dimakamkan. Warga seolah cari muka mereka anti teroris.Karena aksi mereka akan mendapat sorotan media. Mestinya tolak juga jenazah koruptor, pezina, pemadat narkoba dst biar adil.
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
Aturan Main:
Seluruh layanan yang diberikan mengikuti aturan main yang berlaku dan ditetapkan oleh Okezone.com.
Pasal Sanggahan (Disclaimer):
Okezone tidak bertanggung-jawab atas tidak tersampaikannya data/informasi yang disampaikan oleh pembaca melalui berbagai jenis saluran komunikasi (e-mail, sms, online form) karena faktor kesalahan teknis yang tidak diduga-duga sebelumnya
Okezone berhak untuk memuat, tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.
Data dan/atau informasi yang tersedia di okezone hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun transaksi lainnya. Walau berbagai upaya telah dilakukan untuk menampilkan data dan/atau informasi seakurat mungkin, Okezone dan semua mitra yang menyediakan data dan informasi, termasuk para pengelola halaman konsultasi, tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan.
Bagi Anda yang mengirimkan komentar pembaca, surat pembaca, dan artikel atau tulisan lainnya, foto dan video, tunduk pada aturan Okezone.com, di antaranya tulisan tidak SARA, tidak merupakan informasi/berita bohong, tidak beritikad buruk, tidak provokatif, dan tidak melanggar ketentuan etika dan hukum yang berlaku. Jika ditemukan pelanggaran atas hal-hal di atas, maka Okezone.com berhak untuk mengedit atau menghapus keseluruhan materi artikel/berita/informasi/surat pembaca/komentar/foto dan video yang dimaksud.