Tindakan tembak mati teroris saat penggerebekan oleh Densus 88 Antiteror dinilai tepat karena berdasarkan berbagai perhitungan. Salah satunya, masalah biaya 'memelihara' teroris jika ditangkap hidup-hidup.
aduh pak, alasannya ga tepat banget sih...kalo karena alasan biaya mahal, berarti pemerkosa, pembunuh dan koruptor juga harus tembak mati dong...kalo memang iya, saya setuju saja.
jika dalam penangkapan mereka melawan mungkin tindakan untuk melumpuhkan lebih tepat dari pada tembakan mati...
jika alasannya biaya mahal, maka semua yang diduga penjahat dibunuh aja sekalian, termasuk pengemplang pajak, pelanggar lampu lalin, koruptor, sampai menteri yang melanggar jalur busway. Persis dengan Gouletine jaman revolusi perancis dulu...
Kalo alasan biaya pemeliharaan mahal, seharusnya para pembunuh (yang benar-benar terbukti tentunya..) juga harus ditembak mati juga dong. Berapa duit tuh yg dikeluarin pemerintah untuk kasih makan pembunuh selama sekian tahun di penjara. Mending duitnya untuk kasih makan orang yang 'baik-baik'.
Kasih analisis mbok ya yang adil. Jangan tebang pilih gitu..toh urusannya sama-sama nyawa manusia..
Saya tidak setuju.. hal itu justru menjadi bumerang dalam pengadilan.. negara kita ada negara hukum, bukan main hakim sendiri.
Boleh jadi yang dianggap teroris itu sesungguhnya adalah korban fitnah... Untuk menyebut teroris itu harusnya dibuktikan melalui pengadilan... tidak bisa main hakim sendiri.
Mungkin saja cara penanganan Amrozi dkk yang salah sehingga dianggap mortir, dan jangan lupa media pun juga turut serta sebab selama ini selalu memberikan informasi-informasi yang kelewatan detail, sehingga malah turut menyebarkan ideologi terorisme.
Inilah ulasan yg paling tepat yg dapat kita baca mengenai kontroversi tembak mati teroris!
"Konsekuensi tidak mendapat info mendalam karena pelaku teroris telah mati adalah sangat amat tidak sebanding dengan membiarkan teroris hidup"
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
Aturan Main:
Seluruh layanan yang diberikan mengikuti aturan main yang berlaku dan ditetapkan oleh Okezone.com.
Pasal Sanggahan (Disclaimer):
Okezone tidak bertanggung-jawab atas tidak tersampaikannya data/informasi yang disampaikan oleh pembaca melalui berbagai jenis saluran komunikasi (e-mail, sms, online form) karena faktor kesalahan teknis yang tidak diduga-duga sebelumnya
Okezone berhak untuk memuat, tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.
Data dan/atau informasi yang tersedia di okezone hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun transaksi lainnya. Walau berbagai upaya telah dilakukan untuk menampilkan data dan/atau informasi seakurat mungkin, Okezone dan semua mitra yang menyediakan data dan informasi, termasuk para pengelola halaman konsultasi, tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan.
Bagi Anda yang mengirimkan komentar pembaca, surat pembaca, dan artikel atau tulisan lainnya, foto dan video, tunduk pada aturan Okezone.com, di antaranya tulisan tidak SARA, tidak merupakan informasi/berita bohong, tidak beritikad buruk, tidak provokatif, dan tidak melanggar ketentuan etika dan hukum yang berlaku. Jika ditemukan pelanggaran atas hal-hal di atas, maka Okezone.com berhak untuk mengedit atau menghapus keseluruhan materi artikel/berita/informasi/surat pembaca/komentar/foto dan video yang dimaksud.