Senin, 26 Oktober 2009 09:34 wib

Ratusan Penyelam 'Kelaparan' di KRI Makassar

Andi Aisyah
Sebuah insiden kecil menodai pelaksanaan Takabonerate Islands Expedition 2009 di KRI Makassar. Ratusan penyelam yang mengikuti event itu kecewa karena panitia tidak menyediakan konsumsi yang laik.
  • andrew » 0 Tanggapan
    saya juga ikut acara ini. ini semua kesalahan dinas pariwisata.. dan bukan kesalahan TNI-AL. ketentuan awal yang naik kapal itu seharusnya kurang dari 600 orang, ternyata dinas pariwisata menjualnya dengan bebas hingga mencapai seribu org lebih. KRI merupakan kapal perang, dan TNI-AL bukan pembantu atau pelayan peserta. walaupun kerja sama seharusnya berfikir. udah gitu. satupun orang dinas pariwisata tidak kelihatan sama sekali. baik itu mengatur peserta, kebersihan dan lain2. malaha ada banyak dari kumpulan mahasiswa penyelam yang ikut membantu pihak TNI-AL dalam berbagai hal yaitu antrian makan, kebersihan dll. Lagian peserta yang kebanyakan pegawai yang bergelar, berpendidikan merupakan pelaku pembuat kotor KRI-590, kebanyakan membuang sampah sembarangan, merokok tidak pada tempatnya, mandi di wc padahal tempat mandi ada. Cermin apaan nih. bikin malu bangsa indonesia. pada saat seminar, yang diperhatikan malah orang2 parlente, yg tidur pada saat presentasi berlangsung dan mahasiswa tidak dianggap sama sekali. skali lg ini diluar pengawasan pihak AL dan dinas pariwisata dan pemprovlah yang seharusnya bertanggung jawab
    Beri Tanggapan Laporkan
  • bulus rowo » 0 Tanggapan
    Saya sebagai salah satu peserta di even festival takabonerate memang turut merasakan suasana ketidaknyamanan di acara tersebut...... Namun tanpa perlu menyalahkan siapapun ada baiknya hal itu dijadikan sebagai pelajaran dan instropeksi untuk semua pihak. Buat panita mungkin karena ini adalah kali pertama menyelenggarakan even semacam itu sehingga masih banyak kekurangan yang perlu dibenahi. Untuk penyelenggaraan acara serupa yang akan datang perlu persiapan yang lebih matang dalam menentukan jumlah peserta yang akan ikut serta, susunan kepanitiaan, koordinasi yang lebih matang dengan pihak terkait dan lain sebagainya..... Sayang kan kalau output dari acara tersebut tidak sesuai yang diharapkan dan tidak sebanding dengan milyaran rupiah yang sudah dikeluarkan. Pihak kapal juga tidak bisa disalahkan karena berdasarkan keterangan dari pihak KRI, ternyata akomodasi yang disediakan sesuai rencana dari panitia dalam hal ini pihak pemprov sulsel adalah sekitar 600 orang, berselisih jauh dengan jumlah penumpang yang mencapai seribu orang lebih. Bagi para peserta yang membeli tiket mungkin merasa ingin mendapatkan pelayanan yang lebih karena sudah membayar kepada panitia. Hal yang mungkin disesalkan adalah rendahnya budaya antri dan membuang sampah pada tempat oleh para peserta sehingga kapal yang pada waktu pertama saya naiki kondisinya demikian bersih dan rapi baru dua hari perjalanan sudah menjadi tempat sampah raksasa dimana sampah dan puntung rokok bertebaran dimana-mana. Untung aja ada ABK yang membersihkan. Ditambah lagi insiden kecil keterlambatan rombongan artis ibukota yang cantik jelita itu.........
    Beri Tanggapan Laporkan
  • wahyuddin » 0 Tanggapan
    yah.... knapa bisa terjadi? inilah mungkin penyebabx mengapa kabupaten ini kurang berkembang!! karena pejabatx pada korupsi semua!!!!
    Beri Tanggapan Laporkan
  • adi » 0 Tanggapan
    Yah inilah..kebiasaan birokrat di Indonesia fasilitas negara apapun dikorupsi untuk keluarganya...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • pua » 0 Tanggapan
    ckckckck...kasihan
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.