silahkan bikin agama sendiri tapi jangan bawa agama yang sudah ada....apalagi sampe njelekin agama lain.
biasanya yang begini kerjaan orang bodoh, tapi lebih bodoh lagi pengikutnya...kok ya ada yang kecantol...weleh...weleh
agar tidak menjadi sesat, belajar agama hrs dr sumber aslinya, atau melalui guru yg membaca sumber aslinya, yaitu Quran dan Sunnah. Nabi SAW sebagai teladan yg sudah marifat saja tetap sholat,bahkan paling rajin, hingga wafatnya.
..Saya masih sangat awam masalah agama, tapi sejauh yang sy tau dan pahami bahwa contoh yang paling benar adalah Rasulullah SAW...dan saya belum pernah membaca atau mendengar bahwa Rasul pernah meninggalkan sholat atau menyebutkan adanya alasan meninggalkan sholat bahkan dalam kondisi sakit sekalipun. Apakah kemudian orang2 yang mengaku suci dan paham agama berani mempelintir ayat2 Allah dan sunnah Nabi ??....
Akan lebih indah bila kita menyelesaikan semua permasalahan dengan bijak/pendekatan bukan dengan kekerasan, karena cara inilah yang diajarkan oleh Suri Teladan kita dan kita tinggalkan cara penyelesaian masalah ala binatang.
Dikalangan sufi ada yang berpendapat sholat tidak perlu kalau sudah mencapai Ma'rifat karena sholat adalah syariat atau tahap terendah dalam ilmu Islam sedangkan ma'rifat sudah manunggal dengan Tuhan, tapi ada juga yang berpendapat masih perlu. Karena ini akan menimbulkan konflik di masyarakat biasanya para penganut ma'rifat tidak mengajarkan secara terbuka, khusus untuk orang terdekat atau keluarga saja. Tapi mbah Aan ini nampaknya ilmu Islamnya masih dangkal tapi sudah banyak omong.
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
Aturan Main:
Seluruh layanan yang diberikan mengikuti aturan main yang berlaku dan ditetapkan oleh Okezone.com.
Pasal Sanggahan (Disclaimer):
Okezone tidak bertanggung-jawab atas tidak tersampaikannya data/informasi yang disampaikan oleh pembaca melalui berbagai jenis saluran komunikasi (e-mail, sms, online form) karena faktor kesalahan teknis yang tidak diduga-duga sebelumnya
Okezone berhak untuk memuat, tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.
Data dan/atau informasi yang tersedia di okezone hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun transaksi lainnya. Walau berbagai upaya telah dilakukan untuk menampilkan data dan/atau informasi seakurat mungkin, Okezone dan semua mitra yang menyediakan data dan informasi, termasuk para pengelola halaman konsultasi, tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan.
Bagi Anda yang mengirimkan komentar pembaca, surat pembaca, dan artikel atau tulisan lainnya, foto dan video, tunduk pada aturan Okezone.com, di antaranya tulisan tidak SARA, tidak merupakan informasi/berita bohong, tidak beritikad buruk, tidak provokatif, dan tidak melanggar ketentuan etika dan hukum yang berlaku. Jika ditemukan pelanggaran atas hal-hal di atas, maka Okezone.com berhak untuk mengedit atau menghapus keseluruhan materi artikel/berita/informasi/surat pembaca/komentar/foto dan video yang dimaksud.