Sabtu, 31 Oktober 2009 04:40 wib

Gara-Gara Mak Erot, Dewan Pendidikan Minta UTS Ulang

Abdul Rouf
Naskah ujian UTS SD yang seronok. (Foto: Abdul Rouf/Koran SI)
Dewan Pendidikan Sidoarjo berharap kasus munculnya kalimat tak patut itu diselesaikan dengan tuntas. Tidak hanya itu, Dindik juga diminta menggelar ujian ulang khusus mata pelajaran Bahasa Indonesia.
  • Parete » 0 Tanggapan
    masalah pendidikan di indonesia harus dapat perhatian penuh. saat ini saya kecewa kepada salah satu perguruan tinggi negeri yang terkenal yang tidak memperdulikan mahasiswa. seakan tidak ada tanggung jawab terhadap mahasiwanya.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • h454n » 0 Tanggapan
    "Sudahlah kasihan juga dia (Edi),saya kira dia tidak bermaksud seperti itu (membuat soal ujian seronok)." pernyataan seperti itu terlalu berlebihan dan naif!!!. sebagai penanggung jawab UTS sudah menjadi tugasnya menunjukkan kemampuan profesionalismenya. yang patut dikasihani mestinya para murid yang jumlahnya ribuan, yang notabene masih dibawah umur. mungkin mereka saat ini akan mencari tahu siapa itu "mak Erot" .
    Beri Tanggapan Laporkan
  • La Ode Rabani » 0 Tanggapan
    Apapun alasannya termasuk alasan kemanuasiaan pembuat soal harus diberikan sanksi. Pendidikan harus diurus oleh guru atau manusia yang cermat agar pendidikan kita bisa diukur kualitasnya, itu satu. Kedua, pembuat soal melupakan kondisi psikologis siswa atau antara bacaan (disoal) dengan perkembangan jiwa mereka tidak sesuai. ketiga, ini membuktikan kalau sebagian dari guru hanya sekedar melaksanakan kewajiban tanpa mempertimbangkan unsur-unsur pendidikan terkait.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.