Departemen Pendidikan Nasional menghargai apapun keputusan Mahkamah Agung (MA) atas kasasi yang diajukan pemerintah terkait penyelenggaraan ujian nasional (UN).
Mestinya tidak dihapus, hanya nilai UN jangan menjadi satu-satunya penentu kelulusan/palu terakhir kelulusan, teorinya sih ada 4 syarat, tapi tetap dilapangan UN jadi palu kelulusan, lha ini yang mematikan kreatifitas guru terutama guru2 kelas 12, padahal jika nilai itu tidak menjadi palu kelulusan, minimal tidak akan membelenggu guru hanya berorentasi agae anak lulus saja, karena UN menjadi momok semua sekolah khususnya sekolah swasta yang kebanyakan fasilitas pendidikan sangat terbatas, selamat pak menteri untuk terus berjuang.........Un Gol terus
setuju dihapus
karena jasa penjokian lewat HP bergentayangan
lagian yang tau kwalitas siswa kan pihak sekolahnya.
misal ada anak bodrek aja bisa lulus UN yang notabene sering bikin rusuh di sekolahan.
sedangak ada anak pinter tapi nilai nggak cukup bisa juga nggak lulus
menurut saya, UN tidak dapat dijadikan sebagai ukuran mutu pendidikan negara. Pasalnya, dalam pelaksanaan UN itu sendiri, masih banyak kecurangan-kecurangan yang dapat kita temukan.
saya tidak yakin U N dapat meningkatkan mutu pendidikan nasional, jujur saja saya tahu sering ada pemberian jawaban sebelum ujian dimulai, ini hampir terjadi di setiap sekolah
Pemerintah jangan hanya melihat angka hasil UN, telitilah proses pelaksanaannya. Tugaskan Tim Independen sbg pelaksana UN, pasti hasilnya sangaaat berbeda!
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
Aturan Main:
Seluruh layanan yang diberikan mengikuti aturan main yang berlaku dan ditetapkan oleh Okezone.com.
Pasal Sanggahan (Disclaimer):
Okezone tidak bertanggung-jawab atas tidak tersampaikannya data/informasi yang disampaikan oleh pembaca melalui berbagai jenis saluran komunikasi (e-mail, sms, online form) karena faktor kesalahan teknis yang tidak diduga-duga sebelumnya
Okezone berhak untuk memuat, tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.
Data dan/atau informasi yang tersedia di okezone hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun transaksi lainnya. Walau berbagai upaya telah dilakukan untuk menampilkan data dan/atau informasi seakurat mungkin, Okezone dan semua mitra yang menyediakan data dan informasi, termasuk para pengelola halaman konsultasi, tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan.
Bagi Anda yang mengirimkan komentar pembaca, surat pembaca, dan artikel atau tulisan lainnya, foto dan video, tunduk pada aturan Okezone.com, di antaranya tulisan tidak SARA, tidak merupakan informasi/berita bohong, tidak beritikad buruk, tidak provokatif, dan tidak melanggar ketentuan etika dan hukum yang berlaku. Jika ditemukan pelanggaran atas hal-hal di atas, maka Okezone.com berhak untuk mengedit atau menghapus keseluruhan materi artikel/berita/informasi/surat pembaca/komentar/foto dan video yang dimaksud.