Katanya negara Hukum, semua keputusan hukum dibangkang. Semua merasa sok hebat, nggak si Mendiknas, Kapolri, Jaksa, sampai SBY.
Gentlemen dong... kalah ya kalah... menang ya menang
Gmn sih,...baru diangkat menteri koq GAK MAU dengar aspirasi dan keluhan Masyarakat. Gmn mau maju pendidikan Indonesia kalo menterinya ngotot mau memaksakan kehendak & saenak'e udel nya sendiri...!!! Apa mau kalo UN tetap diteruskan,nanti generasi anak didik kita menderita gangguan Mental & penyakit STRESSS ,... waaaahhh,bisa2 penuh & membudal deeh RSJ kita. Atau jangan2 ,...pak Menterinya,....
Un tu baik kalo untuk ngukur kualitas sekolah aja, tapi bukan dipake untuk menentukan kelulusan siswa. Bukankah pendidikan itu proses. Jadi bukan ditentukan cuma 3 hari aja.....
UN baik, yang tidak baik itu yang bikin stress
Kok tidak seperti PTN dan PTS
gelar lokal dan gelar ujian negara, tapi kan sudah lulus
mau ikut ujian negara kapan saja bisa, Jangan sekali ndak lulus untuk selamanya
ehhh...NUH, emang lo NABI? emang lo yang ngajar murid2 guwe...udahhh...takut kehilangan proyek GEDHE yaaa...liat aja format soalnya...satu halaman paling cuma 2 soal...tulisannya GEDHE2...khan semakin banyak halaman,makin UNTUNG tuh proyek...Inget ada kesenjangan pendidikan antara Jkarta, Jogja, Ppua dan darah laen..Napa alat ukurnya harus sama?....Lo tw gakkk? Pa cuma tunggu laporan???????
Ngukur sih boleh saja,, namun menurut saya gak harus pake standar nasional....
Maaf pak/buk saya pernah merasakan sekolah dikampung luar jawa,, jauh berbeda dengan sekolah dikota baik dari sisi guru, fasilitas dan lain-lain. sehingga menurut saya sangat tidak adil klo diterapkan standar nasional.
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
Aturan Main:
Seluruh layanan yang diberikan mengikuti aturan main yang berlaku dan ditetapkan oleh Okezone.com.
Pasal Sanggahan (Disclaimer):
Okezone tidak bertanggung-jawab atas tidak tersampaikannya data/informasi yang disampaikan oleh pembaca melalui berbagai jenis saluran komunikasi (e-mail, sms, online form) karena faktor kesalahan teknis yang tidak diduga-duga sebelumnya
Okezone berhak untuk memuat, tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.
Data dan/atau informasi yang tersedia di okezone hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun transaksi lainnya. Walau berbagai upaya telah dilakukan untuk menampilkan data dan/atau informasi seakurat mungkin, Okezone dan semua mitra yang menyediakan data dan informasi, termasuk para pengelola halaman konsultasi, tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan.
Bagi Anda yang mengirimkan komentar pembaca, surat pembaca, dan artikel atau tulisan lainnya, foto dan video, tunduk pada aturan Okezone.com, di antaranya tulisan tidak SARA, tidak merupakan informasi/berita bohong, tidak beritikad buruk, tidak provokatif, dan tidak melanggar ketentuan etika dan hukum yang berlaku. Jika ditemukan pelanggaran atas hal-hal di atas, maka Okezone.com berhak untuk mengedit atau menghapus keseluruhan materi artikel/berita/informasi/surat pembaca/komentar/foto dan video yang dimaksud.