Senin, 30 November 2009 07:01 wib

Fraksi Pemerintah 'Dilarang' Jadi Ketua Angket

TB Ardi Januar
Dalam waktu dekat Ketua Panitia Angket kasus Bank Century akan diketahui. Anggota DPR dari fraksi pendukung pemerintah, diimbau tidak ngotot menjadi ketua panitia angket.
  • bainsaptaman » 0 Tanggapan
    kayak g tau ja....tu partai namanya ..DEMO.....CREEET ya?..hobinya cuma jadi THE LATER DAY HERO aliyas pahlawan KECIANNGAAAN.....keciaaan dech looooo...apa ada penjahat yang buka aibnya sendiri?.....
    Beri Tanggapan Laporkan
  • desi » 0 Tanggapan
    maklum partai baru.... gede karena pesona, bukan karena prestasi, jadi salah tingkah gitu deh, kasihan...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Apa benar PD nggak terima duit ? » 0 Tanggapan
    Dari gelagatnya selama ini, jadi curiga kalo demokrat ada apa apa dengan century ?. Tapi sebagai partai pemerintah siapa sih yang bisa membuka kebenaran, karena pahit banget.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • samindara » 0 Tanggapan
    DPR silahkan main angket hati-hati jangan kemasukan setan, KPK cepat periksa Century, Polisi Jaksa ikhlas dan wajib bantu KPK agar citra membaik, Rakyat dorong awasi langkah KPK, Polri, Jaksa, dan waspa mavia angket, yang salah penjara, yang benar bebaskan, demo tidak ada lagi, biar kita orang Indonesia bisa tidur nyenyak, rakyat aman, adil, kenyang, sehat, jalan lancar, listerik tidak mati, sembako murah, ....mimpi niyeh?.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Cinta » 0 Tanggapan
    Sebenarnya bukan dilarang sih, tapi ... gak etis aja ... masak yang gak semangat dan belakangan dukung angket jadi ketua panitia angket sih???
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Irfan » 0 Tanggapan
    Kalo punya nurani fraksi demokrat dukung aja tdk usah ngotot mojadi ketua pansus... kasihan rakyat, kalo uang yang dikorup bank century itu digunakan untuk peningkatan kualitas pendidikan..... pendidikan bermutu donk
    Beri Tanggapan Laporkan
  • condro » 0 Tanggapan
    ati-ati Kompak dah ditunggangi PDIP. Buat masyarakat yg lain jgn mau ditunggangi PDIP,krn kasus Miranda Goeltom (Agus Chondro) sampai sekarang juga nggak jelas. Kalau mau Fair kasus itu harus juga dibloeup ama media,kecuali medianya juga dah di beli ama parpol
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.