Kamis, 3 Desember 2009 07:02 wib

Larang Balibo Five, LSF Berlebihan

Hariyanto Kurniawan
Kelima jurnalis Australia yang tewas di Balibo, Timor Leste, 1975. (Foto: abc.net.au)
Alasan Lembaga Sensor Film (LSF) yang melarang pemutaran film Balibo Five di Jakarta International Film Festival (Jiffest) 2009, sebagai "membuka luka lama" dianggap berlebihan oleh Aliansi Jurnalistik Independen.
  • Rizali » 0 Tanggapan
    LSF punya kewenangan ... dan memang tugasnya untuk itu ... kalo suatu lembaga sudah di batasi lingkup kerja nya ... ya buat apa di bentuk... apabila beralaskan hanya tentang kebebasan2... apakah kita ini negara Liberalisme? dan dangkal sekali pemikirannya dibanding dengan ancaman perubahan pola pikir yg blm tentu benar..... apakah ada lembaga yg bisa mempertanggungjawabkan apabila dampak negatif dari film ini ternyata benar-benar terjadi apabila film2 ini ditayangkan?
    Beri Tanggapan Laporkan
  • dheo » 0 Tanggapan
    LSF 150% bertindak benar, karena kalau dibiarkan justru membuka luka lama dan mengganggu hubungan antara Indonesia dan Timor Leste yang sudah harmonis dan juga mengganggu hubungan dengan australia. AJI ganti nama aja jadi Australian Jurnalistic Independend
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.