Puncak peringatan Hari Antikorupsi sedunia pada 9 Desember 2009 seharusnya menjadi momen terbaik untuk menyerukan perang terhadap para koruptor. Namun sayang, semangat tersebut justru dirusak pemimpin tertinggi di negeri ini.
Makar dengan korupsi itu beda. Yang harus diwaspadai adalah para penyusup yang membonceng demo anti korupsi untuk membuat huru-hara yang akhirnya dapat berujung pemaksaan presiden untuk turun. Apa itu namanya bukan makar?. Mereka mencoba untuk mengulangi pengalaman cara menurunkan Pak Harto. Kalau waspada terhadap makar apa sama dengan pro korupsi? Ya lain dong.
wajar dong kalau SBY mengeluarkan pendapat begitu. coba lho pada lihat tokoh-tokoh yang memprakarsai gerakan 9 desember ( mereka semua tuh adalah cucunguk-cucunguk yg gk seneng dengan SBY ) hahahhaha
mumpung aja pak SBY udah mencium gelagat yg tidak benar dari pemberontak itu.
hati-hati pak SBY , udah ada yang nunggu di pojok sana
kwkwkkwkwkw
bangsa yang masih mudah terprovokasi oleh pemikiran sendiri, gampang menilai, gampang berkesimpulan..
sudah kewajiban seorang presiden untuk mewanti-wanti, untuk menjaga rakyatnya, karena presiden adalah pelayan dan penjaga rakyatnya...
seandainya benar2 terjadi seperti 1998? daripada koar2 meyakinkan kiri kanan negara kita aman, tetapi kemudian ada bakar2an dan penjarahan...?
mari kita sama-sama belajar berfikir positif..dan tidak mudah berkesimpulan...
Rakyat resah gara2 pengumuman adanya gerakan 9 desember 2009? rakyat yg mana yaaa...? peace! :)
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
Aturan Main:
Seluruh layanan yang diberikan mengikuti aturan main yang berlaku dan ditetapkan oleh Okezone.com.
Pasal Sanggahan (Disclaimer):
Okezone tidak bertanggung-jawab atas tidak tersampaikannya data/informasi yang disampaikan oleh pembaca melalui berbagai jenis saluran komunikasi (e-mail, sms, online form) karena faktor kesalahan teknis yang tidak diduga-duga sebelumnya
Okezone berhak untuk memuat, tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.
Data dan/atau informasi yang tersedia di okezone hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun transaksi lainnya. Walau berbagai upaya telah dilakukan untuk menampilkan data dan/atau informasi seakurat mungkin, Okezone dan semua mitra yang menyediakan data dan informasi, termasuk para pengelola halaman konsultasi, tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan.
Bagi Anda yang mengirimkan komentar pembaca, surat pembaca, dan artikel atau tulisan lainnya, foto dan video, tunduk pada aturan Okezone.com, di antaranya tulisan tidak SARA, tidak merupakan informasi/berita bohong, tidak beritikad buruk, tidak provokatif, dan tidak melanggar ketentuan etika dan hukum yang berlaku. Jika ditemukan pelanggaran atas hal-hal di atas, maka Okezone.com berhak untuk mengedit atau menghapus keseluruhan materi artikel/berita/informasi/surat pembaca/komentar/foto dan video yang dimaksud.