Musibah kebaran kini marak terjadi di kawasan padat penduduk. Pengamat Pertumbuhan dan Perkotaan Universitas Indonesia (UI) Johannes Frederik Warouw berpendapat, bisa saja kebakaran itu sengaja diatur oleh pihak-pihak tertentu sebagai modus pengambilalihan tanah.
sekarang2 ini profesi para pengamat sedang laris karena banyaknya peristiwa dinegeri kita, ga peduli kalo omongan mereka itu benar ato cuma nyari sensasi aja...klo memang bener kata pak johannes itu bahwa kebakaran disengaja, yg namanya orang jahat kalo udah berniat ngebakar pasti ga akan pilih2 tempat ato korban- mau di perkampungan ato pinggir rel sekalipun, ga mungkin dia takut akan menyambar kereta api karena toh sama2 mencelakakan orang lain, buktinya seorang pemadam sudah menjadi korban gara2 kebakaran di perkampungan...pengamat kaya gini yang suka memperkeruh suasana, ga beda sama pengamat2 politik ato ekonomi lainnya...
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
Aturan Main:
Seluruh layanan yang diberikan mengikuti aturan main yang berlaku dan ditetapkan oleh Okezone.com.
Pasal Sanggahan (Disclaimer):
Okezone tidak bertanggung-jawab atas tidak tersampaikannya data/informasi yang disampaikan oleh pembaca melalui berbagai jenis saluran komunikasi (e-mail, sms, online form) karena faktor kesalahan teknis yang tidak diduga-duga sebelumnya
Okezone berhak untuk memuat, tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.
Data dan/atau informasi yang tersedia di okezone hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun transaksi lainnya. Walau berbagai upaya telah dilakukan untuk menampilkan data dan/atau informasi seakurat mungkin, Okezone dan semua mitra yang menyediakan data dan informasi, termasuk para pengelola halaman konsultasi, tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan.
Bagi Anda yang mengirimkan komentar pembaca, surat pembaca, dan artikel atau tulisan lainnya, foto dan video, tunduk pada aturan Okezone.com, di antaranya tulisan tidak SARA, tidak merupakan informasi/berita bohong, tidak beritikad buruk, tidak provokatif, dan tidak melanggar ketentuan etika dan hukum yang berlaku. Jika ditemukan pelanggaran atas hal-hal di atas, maka Okezone.com berhak untuk mengedit atau menghapus keseluruhan materi artikel/berita/informasi/surat pembaca/komentar/foto dan video yang dimaksud.