Sebanyak 7.000 perempuan asal Kabupaten Bantul, Yogyakarta dibutuhkan untuk bekerja di dua perusahaan elektronik Western Digital dan Sony di Kuala Lumpur, Malaysia.
Kami sarankan kepada pemerintah agar, membentuk suasana (iklim) politik dan keamanan yang memadai untuk membuat penanaman modal asing dibidang yang sangat dibutuhkan untuk menyerap tenaga kerja di Indonesia, sehinga para buruh gajinya tidak lagi dipotong untuk alasan transportasi dan biaya pembiatan ID.
Malaysia yang baru merdeka hasil pemberian dari Inggris, bisa mensejahterakan buruh dari Indonesia, karena penerapan aturan yang berkualitas. Mengapa Indonesia yang telah 64 tahun merdeka dari hasil perjuangan sendiri, kaya akan bahan hasil bumi yang melimpah dan tenaga (men power) yang lebih besar dari Malaysia,malah jadi seperti ini ? - Terlalu banyak koruptor dan pejabatnya bermental pengemis, sampai mau menerbitkan aturan outsoursing, membentuk mental kuli dan menjadikan kapitalis sebagai dewa.
Knp negara ini tidak bisa mendatangkan investor yg dapat menggaji sebesar itu didalam negeri ?.
Kalo kekhawatiran kedua adalah bisa terjadi human trafiking, ato pekerja seks dsb.
Seharusnya gubernur jogja melarang ini, jika dia bisa ?.
Mohon berhati-hati, satu gender jumlah massal, yang umumnya mereka punya latar belakang keterampilan dasar membatik; mereka secara diam-diam dapat diintimidasi untuk menjadi pelaksana produksi tenun batik; ingat Malaysia sudah lebih banyak berbuat tidak sehat secara budaya & peradaban atas hasil karya budaya orisinal Indonesia; sekali lagi, lebih cerdaslah menghadapi tawaran ini, jangan sampai membabi buta hanya karena masalah tingkat sosial ekonomi yang sedang dihadapi masyarakat bantul.
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
Aturan Main:
Seluruh layanan yang diberikan mengikuti aturan main yang berlaku dan ditetapkan oleh Okezone.com.
Pasal Sanggahan (Disclaimer):
Okezone tidak bertanggung-jawab atas tidak tersampaikannya data/informasi yang disampaikan oleh pembaca melalui berbagai jenis saluran komunikasi (e-mail, sms, online form) karena faktor kesalahan teknis yang tidak diduga-duga sebelumnya
Okezone berhak untuk memuat, tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.
Data dan/atau informasi yang tersedia di okezone hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun transaksi lainnya. Walau berbagai upaya telah dilakukan untuk menampilkan data dan/atau informasi seakurat mungkin, Okezone dan semua mitra yang menyediakan data dan informasi, termasuk para pengelola halaman konsultasi, tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan.
Bagi Anda yang mengirimkan komentar pembaca, surat pembaca, dan artikel atau tulisan lainnya, foto dan video, tunduk pada aturan Okezone.com, di antaranya tulisan tidak SARA, tidak merupakan informasi/berita bohong, tidak beritikad buruk, tidak provokatif, dan tidak melanggar ketentuan etika dan hukum yang berlaku. Jika ditemukan pelanggaran atas hal-hal di atas, maka Okezone.com berhak untuk mengedit atau menghapus keseluruhan materi artikel/berita/informasi/surat pembaca/komentar/foto dan video yang dimaksud.