Selasa, 15 Desember 2009 21:14 wib

7.000 Wanita Bantul Dibidik Perusahaan Malaysia

Daru Waskita
Sebanyak 7.000 perempuan asal Kabupaten Bantul, Yogyakarta dibutuhkan untuk bekerja di dua perusahaan elektronik Western Digital dan Sony di Kuala Lumpur, Malaysia.
  • Mafatihul Abrar » 0 Tanggapan
    Kami sarankan kepada pemerintah agar, membentuk suasana (iklim) politik dan keamanan yang memadai untuk membuat penanaman modal asing dibidang yang sangat dibutuhkan untuk menyerap tenaga kerja di Indonesia, sehinga para buruh gajinya tidak lagi dipotong untuk alasan transportasi dan biaya pembiatan ID. Malaysia yang baru merdeka hasil pemberian dari Inggris, bisa mensejahterakan buruh dari Indonesia, karena penerapan aturan yang berkualitas. Mengapa Indonesia yang telah 64 tahun merdeka dari hasil perjuangan sendiri, kaya akan bahan hasil bumi yang melimpah dan tenaga (men power) yang lebih besar dari Malaysia,malah jadi seperti ini ? - Terlalu banyak koruptor dan pejabatnya bermental pengemis, sampai mau menerbitkan aturan outsoursing, membentuk mental kuli dan menjadikan kapitalis sebagai dewa.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • heran » 0 Tanggapan
    Knp negara ini tidak bisa mendatangkan investor yg dapat menggaji sebesar itu didalam negeri ?. Kalo kekhawatiran kedua adalah bisa terjadi human trafiking, ato pekerja seks dsb. Seharusnya gubernur jogja melarang ini, jika dia bisa ?.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • noer kesuma » 0 Tanggapan
    Mohon berhati-hati, satu gender jumlah massal, yang umumnya mereka punya latar belakang keterampilan dasar membatik; mereka secara diam-diam dapat diintimidasi untuk menjadi pelaksana produksi tenun batik; ingat Malaysia sudah lebih banyak berbuat tidak sehat secara budaya & peradaban atas hasil karya budaya orisinal Indonesia; sekali lagi, lebih cerdaslah menghadapi tawaran ini, jangan sampai membabi buta hanya karena masalah tingkat sosial ekonomi yang sedang dihadapi masyarakat bantul.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.