Wacana penganugerahan gelar pahlawan nasional bagi mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) terus digaungkan. Meski demikian, tetap ada pro dan kontra atas hal itu.
Saya..nggak begitu setuju....alasannya :
1. Soharto telah menerapkan rezim otoriter...memberangus..apappun yang tidak seutuju dengannya.
2. Bapak Pembangunan....apanya yang maju.....kebhongan penipuan..penindasan...dan ...korupsi..tuh kekayaan diri sendiri dan kroni/.keluarga.....32 tahun rakyat di kibulin dengan keberhasilan yang semu...yang ternyata...semua utang...menjual Irian , Gas, Minyak Bumi..dll........nyadar aja deh...
4. Wong Keluarga amburadul gitu kok.....I ingat wafatnya Ibu tien.....apa yang terjadi......)...tomy ...yang main perempuan......, Bambang ..setali 3 uang........bagimana keluarha yang maburadul..bisa menyandang Gelar Pahwalan Bagi Bangsa ...maluuaahhh
5.Yang SUARTOISME kan berkata.....korupsi nggak terbukti, KKN nggak terbukti....kekesriuhan keluarga nnggak terbukti....ya...jelas aja..wong HUKUM kita..bobrok.............mana bisa mbuktiin...wong salah bisa jadi bener......
6. Bagimana bis a...seseorang yang nggak bisa menghargai ....orang lain....orang lain yang nggak pernah perang hanya tinggal menikmati aja....bagaimana orang yang "Meng kudeta" bisa jadi pahlawan..........
........Biarkan saja.....nggak perlu gelar gelaran.......Biarkan..waktu berjalan......jika memang harum akan semerbak dengan sednrinya...jika busuk ya tetap akan berbau busuk juga...mengapa kita ribut...rebutan orang tuk jadi Pahlawan......Klo Pahlawan bagi Keluarga...kelompoknya/kroninya...silakan aja.....
Pak Harto Termasuk tokoh besar yang berhasil membawa banyak pembangunan di Indonesia. Sebagai Manusia tentu ada kelebihan dan kekurangan. Bahkan pahlawan terdahulupun juga punya kesalahan karena sama-sama manusia.. tidak ada yang sempurna.. menurut saya pantas-pantas saja Pak Soeharto mendapat gelar Pahlawan.. Kalau dikembalikan kepribadi kita masing-masing coba kita pikir apa "mudah" memimpin bangsa yang heterogen seperti Indonesia.. sementara jadi Ketua RT saja susahnya setengah mati.
Soeharto juga telah berjasa menjadikan negeri kita ini menjadi negeri terkorupt di dunia. Bakat / tabiat korupt Soeharto ini telah dimulainya semenjak menjabat sebagai Komandan TT IV, Diponegoro pada thn 1957 pada kasus pembelian sepatu untk prajurit satuannya yang mengakibatkan pemecatan dirinya sbg Komandan Teritorium tsb.
Apakah pribadi seperti ini pantas jadi pahlawan nasional kita ?.
saya sangat setuju Pak harto jadi pahlawan Nasional karena beliaulah kita jadi negara yang disegani di asean ,kesalahannya adalah kurang akuratnya imformasi yg didapat beliau pada saat akan mencalonkan lagi ,saya tidak dapat melanjutkan kuliah kalau tidak di bantu bea siswa supersemar7277
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
Aturan Main:
Seluruh layanan yang diberikan mengikuti aturan main yang berlaku dan ditetapkan oleh Okezone.com.
Pasal Sanggahan (Disclaimer):
Okezone tidak bertanggung-jawab atas tidak tersampaikannya data/informasi yang disampaikan oleh pembaca melalui berbagai jenis saluran komunikasi (e-mail, sms, online form) karena faktor kesalahan teknis yang tidak diduga-duga sebelumnya
Okezone berhak untuk memuat, tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.
Data dan/atau informasi yang tersedia di okezone hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun transaksi lainnya. Walau berbagai upaya telah dilakukan untuk menampilkan data dan/atau informasi seakurat mungkin, Okezone dan semua mitra yang menyediakan data dan informasi, termasuk para pengelola halaman konsultasi, tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan.
Bagi Anda yang mengirimkan komentar pembaca, surat pembaca, dan artikel atau tulisan lainnya, foto dan video, tunduk pada aturan Okezone.com, di antaranya tulisan tidak SARA, tidak merupakan informasi/berita bohong, tidak beritikad buruk, tidak provokatif, dan tidak melanggar ketentuan etika dan hukum yang berlaku. Jika ditemukan pelanggaran atas hal-hal di atas, maka Okezone.com berhak untuk mengedit atau menghapus keseluruhan materi artikel/berita/informasi/surat pembaca/komentar/foto dan video yang dimaksud.