Jum'at, 15 Januari 2010 22:28 wib

Pembantu Rumah Tangga Akan Menjadi Profesi

Neneng Zubaidah
PRT.(foto:ist)
Fokus utama dalam RUU Pekerja Rumah Tangga (PRT) yang saat ini masuk prioritas Program Legislasi Nasional (Prolegnas) adalah menjadikan PRT sebagai suatu profesi.
  • Leon » 0 Tanggapan
    hmm..sebenarnya saya stuju.. tp overall terlalu berlebihan.. setuju aja sih soal demi kesejahteraan para PRT.. saya stuju yang one day off..jg yang cuti 12 hari.. mereka jg butuh break atw jalan2.. THR juga hal yang wajar untuk mereka.. tapi..rada aneh sih dengernya kalu PRT ada jam kerja fixed nya gitu.. hanya 8 jam..? kadang yang kantoran aja bs 9-10 jam..bahkan lebih.. hal2 laen nya yang berlebihan dan berpotensi memberatkan pengguna jasa, sebaiknya tidak perlu.. PRT nya pun juga harus profesional.. jangan dikit2 ga betah.. kerja males2an.. dsb..
    Beri Tanggapan Laporkan
  • abu beelal » 0 Tanggapan
    sippp setuju sekali.karna tidak di pungkiri negara kita adalah negara babu / prt paling dominan jadi memang harus ada undang2 yang secara khusus mengatur ke arah sana. tapi ingat jangan hanya hangat2 E E ayam di perjuangkan sampe GOOL kami bangsa kuli sangat2222 mendukung program itu.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Bungdamai » 0 Tanggapan
    Bagus sekali......Namun harus juga deiperhitungkan bahwa jumlah tenaga kerja kita saat ini sangat berlimpah dibanding dengan lowongan kerja yang ada, sehingga menjadi PRT adalah sebuah pilihan terakhir dan juga pekerjaan PRT juga berfungsi sebagai penyangga guna mengurangi pengangguran. Terlalu idealinya peraturan dibidang ini , bisa menyebabkan keengganan pemberi kerja unjtuk mempekerjakan PRT , dan ntentu hal ini akan berdampak buruk bagi kehidupan sosial semua pihak.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Lala » 0 Tanggapan
    bagus sih kalo masalah PRT diatur. Tp kyknya terlalu berlebihan, sedangkan PRT sering kerja seenaknya, berenti seenaknya, kerja ga becus. Kalo mau, PRT nya juga harus profesional.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • udin » 0 Tanggapan
    yang bener aja mbak rieke, mau berapa uang yang keluar untuk gaji pembantu? terlalu banyak aturan yang berlebihan menurut saya...
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.