Selasa, 19 Januari 2010 09:01 wib

PBNU: Rebonding Rambut Tidak Haram Mutlak

Muhammad Saifullah
Ulama Nahdatul Ulama berharap agar publik tidak terlalu larut dalam kontroversi pengharaman rebonding rambut yang dikeluarkan para santri di Jawa Timur, lantaran fatwa tersebut tidak bersifat mutlak.
  • kangbarok » 0 Tanggapan
    tadi keriting terus rebonding, apa ini gak bersyukur? tadi awut2an terus disisir? ini juga gak bersyukur? mbok yg luas pandangane? mo di luruskan, mo dikeriting wong tumbuhnya juga balik aslinya, knp dibesar2kan? aneh,....!!!
    Beri Tanggapan Laporkan
  • rico » 0 Tanggapan
    Kalau ada yang marah sama fatwa itu wajar saja, mungkin pemahaman agamanya masih belum dalam, yang penting sampaikan kebenaran oleh yang mengerti walaupun pahit didengar oleh telinga. Semangat !!
    Beri Tanggapan Laporkan
  • someOne » 0 Tanggapan
    ini gmna si.. katanya islam.. yang jadi acuan itu bukan hanya sekedar UUD.. tapi sebagai ummat islam Al Qur'an dan Sunnah itulah sebagai pedoman. La wong Allah sudah berkata itu haram,, ya haramm. Tidak ada yang bisa menawar lagi. Lagian apa ruginya kalo tidak rebonding??? gengsi??!!! makanya jangan takut jadi diri sendiri... masak Indonesia trus2an jd bebek..???
    Beri Tanggapan Laporkan
  • chandra » 0 Tanggapan
    Hukum Islam itu jelas tegas dan sangat terang. Jadi tidak ada itu Haram yang Mutlak dan tidak mutlak. Kalau Haram ya Haram, Kalau Halal ya Halal. Tidak ada setengah Halal Atau Setengah Haram.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • sambal » 0 Tanggapan
    Maksudnya rebonding setengah haram gitu...wah bikin tambah pusing aja tuh muslimah. Katanya islam tidak sulit koq jadi tambah hari tambah ancur2an gini..
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Suparno » 0 Tanggapan
    ..MUI hendaknya juga mengeluarkan Fatwa Haram untuk semua Sinetron Indonesia krn semua HARAM, contoh kecil di sinetron : sepasang kekasih (belum nikah) berpiknik bersama di Bali tinggal dalam satu kamar..ini jelas Haram, atau sepasang kekasih peluk-pelukan ditepi kolam renang dengan pakai cawat renang saja..ini jelas Haram, mohon ditertibkan !!!
    Beri Tanggapan Laporkan
  • gerah » 0 Tanggapan
    Tolong dong Kalau bikin Fatwa itu ya kasus yg bener2 penting...coba deh turun langsung ke daerah korban gempa atau tangkap koruptor2 jgn cuma omong..
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.