Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat tidak akan mengeluarkan fatwa haram terhadap pelurusan rambut atau rebonding, ojek dan prewedding. MUI menilai fatwa haram yang dikeluarkan Forum Musyawarah Pondok Pesantren Puteri se-Jawa Timur (FMP3) berlebihan.
Assalamu'alaikum wr.wb...
yg paling didahulukan utk dirisaukan saat ini adl tentang ibadah sholat.
Kalo sholat ini sdh dikerjakn sec continue dan agama sudah masuk ke dlm hati kita, maka hal2 yg spt ini akn mjd masalah.
Bagi yg tdk stuju dg masalah ini, brpendapatlah tapi jgn tlalu mjelek2an...
S'belumna saya cuman b'pendapat n bgi yg ga s7 ya tu hak loe. Lagian ne negara demokrasi.
Oke. Ttg fatwa haram rebonding. Saya kira sangat trlalu b'lebihan. Org korupsi aja ga d haramin kok rebonding diharamin. Ibarat pribhasa: gajah di dpn mata ga kliatan smentara semut d sbrang lautan malah dpermasalahin.
Faktany yg sya alami. Bnyak pula cew yg pake krudung cman yar kliatan sok alim aja pdhal dy jga te2p aja tingkahna busuk.
Jd ya mendingan rebondingan tp rajin ibdah drpd kyak geto. Ga musti kan tampang pake jilbab tp org na tekun ibdah. Ibarat jgan liat buku dr sampulna. Jadi ya mw loe mw haramin sgala hal ya mana gue peduli.
asalamualaikum wr wb pertama tama saya mohon maaf yg sebesar besarnya kalau tulisan saya ini dianggap terlalu lancang saya hanya sekedar berpendapat akhir ini bgt banyak permasalahan yg berkaitan antar haram dan halal, namun saya selaku umat muslim pd khususnya, dan sebagai bangsa Indonesia umumnya seyogyanya kita lbh mengedepankan nasib dan kesejahteraan umat muslim yg ada di republik ini krn disituasi yg serba sulit ini masih banyak sodara sodara kita yg hidup di kesusahan daripada memperdebatkan antara yg halal dan haram dan minta sumbangan dijalan jalan untuk pembangunan mesjid ini jelas menurunkan citra Islam, sebagai umat Islam kita perlu prihatin melihat kondisi ini padahal tidak sedikit konglomerat atau pejabat yang beragama Islam di negri ini alangkah indahnya kalau MUI memiliki wadah berupa kotak amal peduli Bangsa yang dihimpun dan digalang oleh orang orang yang jujur jauh dari korupsi dan dana yg diperoleh benar benar bisa dirasakan langsung oleh para umat Islam itu sendiri, dan tentunya peran pemerintah pun perlu untuk menekan dan menghimbau para kaum konglomerat atau pegawai,pejabat pemerintah, untuk peduli bangsa, dan merasa senasib sepenanggungan terhadap sodara sodara kita yg hdp miskin, daripada uang dihambur hamburkan untuk jadi caleg atau untuk menjadi kandidat dipemerintahan mending kita berbagi nasib dgn sodara sodara kita bencana alam dimana mana anak terlantar dimana -mana gelandangan pengemis, ini tugas kita semua karena Negara sedang mengalami krisis dipberbagai bidang krisis ekonomi krisis kepercayaan krisis politik dll, tugas dari tokoh agama adalah menuntun umat kejalan yg benar bukan ikut berpolitik maka dari itu marilah kita bersama sama entaskan kemiskinan melalui kotak amal peduli bangsa himbau itu para konglomerat,selebritis,pejabat, pegawai negri, swasta,agar peduli pada sodara sodaranya yang berada di lembah penderitaan ....dan dimulai pada diri kita mau tidak berbagi ?
Assalamualaikum wr.wb, kenapa kita sebagai Umat Islam mempermasalahkan hal yang kecil menjadi besar, kita harus kembali kepada Al Qur'an dan Hadist, karena apa karena kita telah banyak melupakan 2 pusaka yang ditinggalkan oleh Rasulullah, itulahsebabnya mengapa bangsa kita diuji oleh Allah karena kita banyak membuat kerusakan dibumi,
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
Aturan Main:
Seluruh layanan yang diberikan mengikuti aturan main yang berlaku dan ditetapkan oleh Okezone.com.
Pasal Sanggahan (Disclaimer):
Okezone tidak bertanggung-jawab atas tidak tersampaikannya data/informasi yang disampaikan oleh pembaca melalui berbagai jenis saluran komunikasi (e-mail, sms, online form) karena faktor kesalahan teknis yang tidak diduga-duga sebelumnya
Okezone berhak untuk memuat, tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.
Data dan/atau informasi yang tersedia di okezone hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun transaksi lainnya. Walau berbagai upaya telah dilakukan untuk menampilkan data dan/atau informasi seakurat mungkin, Okezone dan semua mitra yang menyediakan data dan informasi, termasuk para pengelola halaman konsultasi, tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan.
Bagi Anda yang mengirimkan komentar pembaca, surat pembaca, dan artikel atau tulisan lainnya, foto dan video, tunduk pada aturan Okezone.com, di antaranya tulisan tidak SARA, tidak merupakan informasi/berita bohong, tidak beritikad buruk, tidak provokatif, dan tidak melanggar ketentuan etika dan hukum yang berlaku. Jika ditemukan pelanggaran atas hal-hal di atas, maka Okezone.com berhak untuk mengedit atau menghapus keseluruhan materi artikel/berita/informasi/surat pembaca/komentar/foto dan video yang dimaksud.